Institut Kesenian Jakarta (IKJ) direncanakan akan pindah dari kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) ke kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari revitalisasi yang bertujuan untuk menghidupkan kembali kawasan bersejarah tersebut.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa kehadiran seniman dari IKJ sangat penting dalam menggairahkan aktivitas seni dan budaya di Kota Tua. Ini diharapkan dapat menjadikan tempat ini tidak hanya sebagai lokasi wisata, tetapi juga pusat inovasi kreatif.
Revitalisasi Kawasan Kota Tua
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan rencana untuk memindahkan Institut Kesenian Jakarta usai meninjau pengembangan Transit Oriented Development (TOD) yang berkaitan dengan revitalisasi Kota Tua.
Menurutnya, keberadaan seniman dari IKJ di kawasan ini akan berkontribusi dalam menggairahkan kreativitas dan menarik lebih banyak pengunjung. Pramono menjelaskan, 'Secara prinsip kenapa IKJ kita pindahkan, karena tempat yang heritage seperti ini memerlukan banyak talenta seniman yang secara langsung bisa berpanggung di sini.'
Revitalisasi ini diharapkan akan mengubah wajah Kota Tua, menjadikannya sebagai pusat seni, budaya, dan pariwisata yang dinamis, bukan sekadar tempat wisata historis.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana
Sejarah Institut Kesenian Jakarta
Sejarah IKJ bermula dari inisiatif Gubernur Ali Sadikin yang mendirikan Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat akan pusat seni. TIM mulai dibangun pada tahun 1968 untuk menampung berbagai ekspresi budaya.
Laman resmi IKJ mencatat, 'Dari dinamika di PKJ TIM itulah muncul gagasan untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi seni di Jakarta.' Lembaga ini dibentuk untuk menghasilkan seniman muda yang memiliki landasan ilmu pengetahuan yang kuat dan terstruktur.
Seiring berjalannya waktu, IKJ telah berperan penting dalam membina generasi seniman yang berkualitas di Indonesia.
Perkembangan dan Identitas Institusi
Pada 26 Juni 1970, Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan Surat Keputusan yang menjadi landasan berdirinya Lembaga Pendidikan Kesenian Djakarta (LPKD), yang mencakup enam akademi seni. Kemudian, pada tahun 1981, LPKD diubah menjadi Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Perubahan ini bertujuan untuk memenuhi standar pendidikan tinggi yang diperlukan dalam bidang seni di Indonesia. Kampus IKJ di TIM menjadi yang pertama di Indonesia yang mengajarkan seluruh cabang seni di bawah satu atap.
IKJ memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan seni dan budaya di Jakarta, memastikan bahwa berbagai bentuk seni dapat dipelajari dan diaplikasikan secara profesional.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: