Jumat, 17 OKTOBER 2025 • 10:50 WIB

DPR RI Audiensi dengan Himpunan Alumni Pesantren Terkait Kontroversi Tayangan di Trans7

Author

DPR RI Audiensi dengan Himpunan Alumni Pesantren Terkait Kontroversi Tayangan di Trans7

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengadakan audiensi dengan Himpunan Alumni Santri Pondok Pesantren Lirboyo dan Trans7 pada Kamis, 16 Oktober 2025, di ruang rapat Komisi IV, Senayan, Jakarta.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Rapat ini difokuskan pada penayangan program siaran Xpose Uncensored di Trans7 yang menuai kontroversi dan menjadi sorotan publik.

Pernyataan dan Tindakan dari Pihak Trans7

Direktur Utama Trans7, Atiek Nur Wahyuni, menyampaikan permohonan maaf atas tayangan Xpose Uncensored yang dianggap sebagai hasil kelalaian pihaknya. Dalam audiensi tersebut, beliau menegaskan bahwa program itu tidak akan ditayangkan kembali.

"Kami Trans7 dengan segala kerendahan hati memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian dalam penayangan program Xpose Uncensored 13 Oktober 2025," ungkap Atiek.

Atiek juga menjelaskan bahwa Trans7 telah menghentikan kerja sama dengan pihak produksi yang mengelola program tersebut. "Trans7 telah menghentikan program Xpose Uncensored dari seluruh saluran penyiaran, baik siaran televisi, media sosial, maupun platform digital resmi Trans7 lainnya," tuturnya.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi

KPI dan Tindakan Audit

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Ubaidillah, turut berpartisipasi dalam audiensi dan menekankan pentingnya tindakan tegas terhadap pelanggaran siaran. Cucun Ahmad Syamsurizal, Wakil Ketua DPR RI, memberikan apresiasi terhadap tindak lanjut KPI dalam menjatuhkan sanksi kepada program tersebut.

"DPR RI meminta kepada kementerian Komdigi dan Komisi Penyiaran Indonesia untuk bersama-sama melakukan audit mengevaluasi izin hak siar dari Trans7," tegas Cucun.

Lebih lanjut, Cucun juga menekankan agar Komdigi dan KPI merespons reaksi masyarakat terkait tayangan yang dianggap tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

Peran Pondok Pesantren dalam Pembentukan Karakter

Perwakilan Pondok Pesantren Lirboyo Jabodetabek, Agus Salim, mengungkapkan bahwa pesantren memiliki peran vital dalam menciptakan generasi muda yang berakhlak baik. "Kalau sudah tidak ada pesantren, saya tidak bisa jamin bangsa Indonesia mau bagaimana ke depannya, karena adab, akhlak sudah kita lihat terlebih di Jakarta," ujarnya.

Dia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat mengenai kontribusi pesantren dalam membentuk karakter generasi mendatang.

Atiek menuturkan bahwa untuk mencegah kejadian serupa, Trans7 akan meningkatkan standar kontrol dalam setiap tayangannya.

Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU