Bekerja di lingkungan yang penuh tekanan dapat memicu stres dan mengganggu produktivitas. Untuk mengembangkan ketahanan emosional, terdapat beberapa trik sederhana yang dapat diterapkan.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi
Memahami diri sendiri, mengelola emosi, dan membangun relasi sehat adalah langkah-langkah penting dalam menghadapi situasi yang menantang di dunia kerja.
Pahami Diri Sendiri
Sebelum berinteraksi dengan orang lain, penting untuk memahami diri sendiri terlebih dahulu. Dengan mengetahui pemicu emosi, akan lebih mudah untuk menghadapi situasi yang tidak nyaman.
Cobalah untuk bertanya pada diri sendiri, 'Apa situasi yang membuat aku tersinggung?' Mengidentifikasi hal ini membantu mempersiapkan diri menghadapi komentar atau tindakan yang berpotensi menyakiti perasaan.
Dengan pemahaman yang mendalam tentang diri sendiri, individu dapat membangun ketahanan emosional yang lebih baik. Mencatat perasaan juga bisa menjadi salah satu cara untuk memahami reaksi emosional.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Belajar Mengelola Emosi
Emosi adalah bagian dari kehidupan manusia, tetapi cara kita mengelolanya sangat berpengaruh pada reaksi kita. Cobalah untuk bernapas dalam-dalam sebelum memberikan respons terhadap hal-hal yang dapat menyentuh perasaan.
Latihan mindfulness juga menjadi salah satu solusi efektif dalam mengelola emosi. Dengan berlatih mindfulness, individu belajar untuk menempatkan reaksi emosional di dalam konteks yang lebih sehat.
Semakin sering seseorang berlatih, kemampuan untuk mengatur emosi pun akan semakin baik. Hal ini tidak hanya berdampak positif di kantor, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Bangun Relasi yang Sehat
Hubungan dengan rekan kerja sangat berpengaruh terhadap perasaan individu. Membangun komunikasi yang terbuka dan jujur menjadi penting untuk memahami satu sama lain.
Ketika individu merasa nyaman dengan rekan kerja, feedback seperti kritik atau saran bisa dipandang sebagai masukan yang konstruktif, bukan sebagai serangan pribadi.
Tidak ada salahnya untuk membahas perasaan jika ada yang mengganjal. Misalnya, menyampaikan, 'Aku merasa kurang nyaman dengan cara bincang ini', dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif.
Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: