Pelatih timnas Irak, Graham Arnold, mengekspresikan keprihatinannya tentang keuntungan yang didapat timnas Arab Saudi dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Pernyataan ini muncul setelah laga imbang tanpa gol antara Irak dan Arab Saudi di Stadion King Abdullah.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Arnold mempertanyakan keadilan sistem kualifikasi yang memungkinkan Arab Saudi dan Qatar lolos sebagai tuan rumah, suatu pengalaman baru baginya sebagai pelatih yang telah terjun di berbagai level internasional.
Keuntungan Tuan Rumah di Kualifikasi Piala Dunia
Arab Saudi meloloskan diri ke Piala Dunia 2026 setelah hasil imbang tanpa gol melawan Irak dalam laga terakhir Grup B babak kualifikasi. Arnold menilai sistem kualifikasi ini memberi keuntungan yang tidak adil bagi tim-tim tuan rumah.
Arnold menjelaskan bahwa dalam pengalamannya, playoff sebelumnya selalu dilakukan di tempat netral, sehingga memberi kesempatan yang sama bagi semua tim. 'Ketika saya di Australia, kami diberitahu bahwa playoff akan diadakan di tempat netral, tetapi yang terjadi benar-benar berbeda dan sangat disayangkan,' ungkap Arnold.
Dia juga menyoroti keberhasilan Qatar yang lolos setelah mengalahkan Uni Emirat Arab, menunjukkan adanya pola serupa dalam keuntungan yang diperoleh oleh kedua tim tuan rumah dalam konteks ini.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Kesempatan Timnas Irak ke Playoff Interkonfederasi
Saat ini, timnas Irak harus memfokuskan perhatian pada pertandingan melawan Uni Emirat Arab dalam babak kelima untuk memperebutkan tiket ke playoff interkonfederasi. Arnold menekankan pentingnya persiapan yang matang menjelang dua leg pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada 13 dan 18 November.
Dia yakin bahwa dengan waktu pemulihan yang cukup, tim dapat memperbaiki kinerja mereka setelah laga-laga sebelumnya. 'Kami harus melupakan playoff yang lalu dan pertandingan melawan Indonesia serta Arab Saudi. Fokus kami kini adalah pada dua pertandingan berikutnya melawan UEA dalam playoff,' tegas Arnold.
Persiapan yang baik sangat krusial bagi Irak agar dapat bersaing dengan maksimal melawan lawan yang menantang seperti Uni Emirat Arab.
Reaksi dan Harapan Arnold
Arnold menempatkan harapannya pada kesiapan mental dan fisik pemain-pemainnya menjelang pertandingan melawan Uni Emirat Arab. Ia percaya bahwa dukungan dari suporter dapat menjadi pendorong semangat dalam tim.
Kondisi kebugaran serta mentalitas pemain dinilai sebagai faktor kunci untuk menjalani pertandingan dengan performa terbaik. 'Fokus dan konsistensi adalah hal yang harus dijaga untuk mewujudkan harapan menuju playoff interkonfederasi,' ujar Arnold.
Meskipun ada kesedihan terkait sistem kualifikasi, Arnold tetap optimis atas peluang timnya dikselanjutnya.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: