Banyak orang percaya bahwa mengonsumsi vitamin C bisa membuat mereka cepat sembuh dari flu. Namun, apakah benar vitamin ini seefektif itu dalam membantu proses penyembuhan?
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Artikel ini membahas mitos dan fakta seputar vitamin C serta dampaknya terhadap flu, untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas.
Apa Itu Vitamin C?
Vitamin C, atau asam askorbat, adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam air dan penting bagi tubuh. Fungsi utama vitamin C adalah sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel-sel dari kerusakan.
Vitamin C juga berperan dalam memperbaiki jaringan dan meningkatkan sistem imun. Amannya, vitamin ini sering ditemukan pada berbagai buah dan sayuran, seperti jeruk, kiwi, dan paprika.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut
Mitos: Vitamin C Mempercepat Penyembuhan Flu
Masyarakat umum sering beranggapan bahwa mengonsumsi vitamin C dalam jumlah besar bisa menyembuhkan flu dengan cepat. Namun, penelitian menunjukkan bahwa vitamin C tidak bisa menyembuhkan flu, melainkan bisa membantu mengurangi lamanya gejala.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Nutrition menyebutkan bahwa bahkan dosis tinggi vitamin C tidak berpengaruh signifikan dalam mempercepat proses penyembuhan flu, meskipun dapat mendukung sistem imun.
Fakta: Vitamin C dan Sistem Imun
Meskipun vitamin C bukanlah penyembuh flu, fakta menyebutkan bahwa vitamin ini bisa membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C yang cukup dapat mengurangi risiko infeksi pernapasan.
Ada pula penelitian yang menunjukkan bahwa mereka yang rutin mengonsumsi vitamin C mengalami flu yang lebih ringan. Ini mengindikasikan peran vitamin C dalam meningkatkan respons imun, bukan sebagai obat penyembuh.
Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: