Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, memberikan tanggapan serius terkait teguran dari Kementerian Dalam Negeri mengenai tingginya angka inflasi di wilayahnya.
Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan
Dengan inflasi mencapai 5,32 persen, Sumatra Utara tercatat sebagai provinsi dengan inflasi tertinggi di Indonesia, memicu perhatian lebih dari pemerintah pusat.
Tanggapan Resmi Gubernur
Dalam pernyataan resmi setelah bertemu dengan Menteri Keuangan, Bobby Nasution menegaskan bahwa upaya konkret diperlukan untuk mengatasi masalah inflasi di daerahnya.
"Kita turunkan, kita upaya turunkan (inflasi Sumatra Utara)," ungkapnya, menunjukkan komitmen untuk bekerjasama dengan daerah lain dalam penyediaan komoditas yang diperlukan.
Ia juga menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama tingginya inflasi di Sumatra Utara adalah faktor volatile food, yang mempengaruhi harga-harga komoditas dasar.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?
Teguran Kemendagri
Teguran mengenai inflasi Sumatra Utara diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah.
Selama rapat tersebut, Tomsi memberikan perbandingan yang mencolok dengan Papua Pegunungan, yang meskipun memiliki medan yang sulit, mampu mengendalikan inflasi pada angka 3,55 persen.
"Kami mohon menjadi perhatian para gubernur, terutama 10 provinsi tertinggi," katanya tegas dalam rapat yang disiarkan di YouTube.
Daftar Provinsi dengan Inflasi Tertinggi
Data yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri menunjukkan sepuluh provinsi dengan inflasi tertinggi per September 2025, di mana Sumatra Utara memimpin dengan 5,32 persen, diikuti oleh Riau (5,08 persen) dan Aceh (4,45 persen).
Kemendagri mendorong para gubernur untuk lebih memperhatikan kondisi daerah masing-masing dan berusaha maksimal dalam mengendalikan inflasi.
Tomsi juga menyampaikan kritik kepada beberapa kabupaten/kota yang masih berharap pada situasi yang lebih baik tanpa melakukan usaha yang sungguh-sungguh.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: