Kamis, 02 OKTOBER 2025 • 09:22 WIB

Pencegatan Armada Global Sumud Flotilla: Krisis dan Kontroversi di Perairan Internasional

Author

Pencegatan Armada Global Sumud Flotilla: Krisis dan Kontroversi di Perairan Internasional

Angkatan Laut Israel mencegat armada Global Sumud Flotilla yang berisi bantuan untuk Gaza, mengakhiri usaha panjang kapal-kapal internasional untuk menembus blokade Israel di wilayah tersebut.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov

Armada yang melibatkan sekitar 45 kapal membawa aktivis termasuk Greta Thunberg, dan telah menerima peringatan sebelumnya dari Israel untuk tidak memasuki perairan yang diblokade.

Pencegatan Armada Global Sumud

Pada pukul 20.30 waktu Gaza, beberapa kapal dari Armada Global Sumud yaitu Alma, Sirius, dan Adara, dicegat oleh pasukan Israel di perairan internasional. Kementerian Luar Negeri Israel mengkonfirmasi bahwa 'beberapa kapal dari armada telah dihentikan dengan selamat dan penumpangnya sedang dipindahkan ke pelabuhan Israel.'

Pencegatan ini dilakukan meskipun armada telah memberikan pernyataan yang menegaskan niat mereka untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Gaza. Keputusan Israel untuk menghentikan armada ini menunjukkan ketegangan yang terus berlanjut dalam konteks blokade yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain

Reaksi Global dan Penangkapan Aktivis

Rima Hassan, anggota Parlemen Eropa, menyatakan bahwa 'ratusan orang telah ditangkap secara ilegal dan ditahan secara sewenang-wenang oleh Israel' selama proses pencegatan tersebut. Pernyataan ini menyoroti kekhawatiran global mengenai perlakuan terhadap aktivis yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini.

Meskipun pihak Israel menegaskan bahwa Greta Thunberg dan penumpang lainnya dalam keadaan aman, anggota armada menganggap bahwa tindakan tersebut merupakan pencegatan ilegal dan pelanggaran hak asasi manusia. Beberapa negara di Eropa telah menyuarakan keprihatinan mereka terkait tindakan Israel.

Tanggapan dari Pihak Terkait

Hamas mengutuk tindakan pencegatan ini sebagai 'kejahatan pembajakan dan terorisme maritim'. Tanggapan ini mencerminkan pandangan sejumlah kelompok yang mempertanyakan kebijakan Israel terhadap akses ke Gaza.

Sebelumnya, pemerintah Spanyol dan Italia telah mendesak armada untuk berhenti sebelum mencapai zona eksklusif Israel di lepas pantai Gaza, menunjukkan adanya campur tangan diplomatik dalam upaya mencegah ketegangan lebih lanjut dalam situasi ini.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU