Angkutan kota atau angkot di Indonesia memiliki sejarah yang panjang, dimulai dari penggunaan kendaraan militer pasca Perang Dunia II. Moda transportasi ini telah berevolusi menjadi elemen penting dalam memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran
Dari awalnya hanya digunakan untuk mengangkut sedikit penumpang, angkot kini berfungsi sebagai sarana transportasi massal yang efisien dan murah, beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tantangan baru.
Asal Usul Angkot di Indonesia
Angkot bermula dari penggunaan kendaraan militer, seperti jeep Willys MB, yang dijadikan angkutan umum pasca Perang Dunia II. Kendaraan ini dianggap ideal untuk medan yang sulit dan mampu menampung lebih banyak penumpang daripada sepeda motor.
Perkembangan infrastruktur perkotaan mendorong penggunaan angkot untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan transportasi masyarakat. Seiring waktu, mobil jenis minibus, seperti Mercedes-Benz dan Mitsubishi, mulai menggantikan jeep sebagai sarana angkutan kota.
Transisi ini menjadi solusi efektif untuk meningkatkan sistem transportasi di daerah-daerah yang tengah berkembang pesat saat itu.
Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Perkembangan dan Regulasi Angkot
Pada tahun 1970-an, pemerintah Indonesia menerapkan regulasi yang lebih ketat terhadap operasional angkot, termasuk penetapan trayek dan tarif untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang. Hal ini bertujuan untuk memberikan kepastian bagi masyarakat yang menggunakan layanan angkutan umum.
Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan, pada tahun 1980-an, jumlah angkot di Jakarta mencapai ribuan unit, yang menunjukkan bahwa masyarakat mulai mempercayai angkot sebagai pilihan transportasi yang aman dan terjangkau.
Namun, seiring dengan bertambahnya populasi dan tantangan dalam menjaga kelancaran lalu lintas, angkot menghadapi berbagai masalah, termasuk munculnya alternatif transportasi baru seperti ojek online dan kereta MRT yang mulai diminati masyarakat.
Angkot Sebagai Moda Transportasi Masa Kini
Meskipun telah banyak alternatif modern yang muncul, angkot tetap menjadi pilihan penting untuk mobilitas harian masyarakat. Khususnya di wilayah-wilayah yang tidak terjangkau oleh moda transportasi lainnya, angkot menawarkan aksesibilitas yang sangat diperlukan.
Dari segi ekonomi, angkot berkontribusi pada perekonomian lokal dengan menciptakan lapangan kerja bagi banyak pengemudi. Hal ini menunjukkan bahwa angkutan kota memiliki peran yang lebih dari sekadar transportasi, tetapi juga sebagai sumber mata pencaharian.
Saat ini, banyak penyedia angkot yang beradaptasi dengan perubahan teknologi dengan menerapkan aplikasi pemesanan dalam jaringan untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan penumpang, menunjukan bahwa angkot berusaha untuk tetap relevan di era modern.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: