Keluarga almarhum Arya Daru Pangayunan telah mengalami serangkaian teror yang mengganggu ketenangan mereka setelah kematian misterius diplomat muda pada 8 Juli 2025.
Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan
Kejadian-kejadian tersebut menyisakan rasa cemas dan ketakutan bagi keluarga yang berupaya mencari kejelasan atas penyebab kematian putra mereka.
Kematian dan Teror Perdana
Arya Daru ditemukan tewas di kamar kosnya di Menteng, Jakarta, dalam kondisi mencurigakan, dengan kepala terbungkus plastik dan terlilit lakban.
Setelah pemakaman pada 8 Juli 2025, keluarga mulai menerima teror, yang dimulai dengan kedatangan seorang pria misterius pada 9 Juli 2025.
Pria tersebut membawa amplop cokelat yang ketika dibuka, berisi gabus berbentuk bunga kamboja, hati, dan bintang, sebagaimana disampaikan oleh kuasa hukum keluarga, Nicholay Apriliando.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi
Kerusakan Makam dan Teror Lanjutan
Teror kedua terjadi pada 27 Juli 2025, ketika makam Arya Daru dirusak oleh orang tak dikenal, sehingga tanah makam tampak berantakan.
Keluarga merasakan ancaman dan kecemasan yang semakin meningkat akibat kejadian ini, yang dianggap sebagai bentuk intimidasi.
Nicholay Apriliando menekankan pentingnya pengusutan lebih lanjut terhadap kasus ini dan menghubungkannya dengan serangkaian teror yang dialami keluarga.
Reaksi Keluarga dan Permintaan Penjelasan
Pada 16 September 2025, istri Arya Daru bersama anaknya menemukan makam almarhum telah ditaburi bunga mawar merah disusun dalam garis lurus, menambah rasa cemas mereka.
Selain itu, keluarga juga menerima telepon misterius dari nomor tak dikenal, yang semakin memperburuk ketegangan yang mereka alami.
Ayah Arya Daru, Subaryono, menyatakan bahwa mereka merasa gelisah dengan kurangnya kejelasan atas kematian anaknya, bahkan menyebut bahwa penjelasan yang ada sejauh ini belum bisa menenangkan mereka.
Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: