Gubernur Kaltim Minta Maaf dan Janji Bayar Renovasi Rumah Dinas dengan Uang Pribadi
Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas'ud, meminta maaf kepada publik terkait kontroversi renovasi rumah dinas senilai Rp 25 miliar yang menuai kritik. Permohonan maaf ini disampaikan melalui akun Instagram-nya, mencerminkan respons atas ketidakpuasan masyarakat terhadap penggunaan anggaran.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana
Kontroversi muncul terutama setelah masyarakat mempertanyakan beberapa item renovasi seperti kursi pijat dan akuarium. Rudi menegaskan bahwa ia akan melakukan evaluasi ulang terhadap rencana renovasi dan bertanggung jawab penuh atas kebijakan yang ada.
Kontroversi mengenai renovasi rumah jabatan ini mulai muncul ketika masyarakat mulai mempertanyakan beberapa item yang dianggap tidak relevan. Diantaranya adalah fasilitas seperti kursi pijat dan akuarium air laut yang dibangun dengan anggaran yang cukup besar.
Rudi Mas'ud menyatakan bahwa kritik yang dilontarkan masyarakat adalah bentuk kepedulian terhadap pemerintahan. Ia berjanji akan melakukan evaluasi ulang atas rencana renovasi yang telah ada sebelumnya.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Menjawab kritik tersebut, Rudi mengambil langkah nyata dengan menyatakan akan membayar secara pribadi untuk fasilitas yang dianggap di luar fungsi kedinasan. 'Saya akan menanggung secara pribadi item renovasi rumah dinas yang di luar fungsi kedinasan, termasuk kursi pijat dan akuarium air laut,' ungkapnya.
Dengan langkah ini, ia berharap bisa meredakan polemik yang berkembang serta menunjukkan tanggung jawab moral kepada publik.
Rudi juga menyerukan perlunya peninjauan kembali kebijakan anggaran publik agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui program, tetapi juga melalui sikap terbuka terhadap kritik.
Pernyataan ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya pemerintah daerah untuk lebih berhati-hati dan sensitif dalam merancang program yang melibatkan anggaran publik.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: