BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 21 APRIL 2026 • 13:37 WIB

Iran Tegaskan Posisi: Tak Ada Ruang untuk Negosiasi dengan AS di Tengah Ancaman

Iran Tegaskan Posisi: Tak Ada Ruang untuk Negosiasi dengan AS di Tengah AncamanIran Tegaskan Posisi: Tak Ada Ruang untuk Negosiasi dengan AS di Tengah Ancaman

Iran dengan tegas menolak melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat di tengah ancaman yang terus membayangi. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa perundingan tidak boleh dilakukan di bawah tekanan.

Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Stabil

Kritik keras ditujukan Ghalibaf kepada Presiden AS Donald Trump, yang dianggap berupaya memaksa perubahan dalam proses diplomasi dengan menggunakan ancaman.

Kritik Terhadap Kebijakan AS

Ghalibaf mengkritik kebijakan blokade yang diterapkan AS di Selat Hormuz, menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang telah ada. Ia menekankan bahwa langkah-langkah ini merusak kesepakatan yang seharusnya ditegakkan.

Lebih lanjut, ia menambahkan, "Ancaman dari AS berupaya menjadikan perundingan sebagai 'meja penyerahan diri atau untuk membenarkan kembali perang'." Pernyataan ini menunjukkan komitmen Iran untuk tidak melakukan kompromi.

Ghalibaf juga mengungkapkan, Iran sedang mempersiapkan opsi militer baru seandainya gencatan senjata yang dimediasi Pakistan berakhir dalam waktu dekat. Hal ini mencerminkan kewaspadaan Iran terhadap potensi eskalasi situasi.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?

Kondisi Terkini di Selat Hormuz

Sementara itu, AS masih mempertahankan blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal di pelabuhan Iran. Iran menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati.

Pada hari Jumat, Iran mengumumkan Selat Hormuz dibuka untuk lalu lintas maritim, namun situasi berubah pada Sabtu saat Iran memutuskan membatasi pergerakan kapal. Ini menunjukkan ketidakpastian yang tetap menghinggapi kawasan.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa ketidakterpenuhan kewajiban oleh AS semakin menambah ketegangan di kawasan yang sudah rawan konflik, menciptakan kekhawatiran akan kemungkinan peningkatan ketegangan.

Pertemuan Pertama AS dan Iran

Baru-baru ini, Pakistan menjadi tuan rumah pertemuan antara perwakilan AS dan Iran di Islamabad yang berlangsung pada 11-12 April. Pertemuan ini menandai upaya diplomatik antara kedua negara setelah hubungan yang terputus sejak 1979.

Namun, meskipun pertemuan awal tersebut, tidak ada terobosan signifikan yang berhasil dicapai. Hal ini menunjukkan betapa sulitnya mencapai kesepakatan di antara kedua belah pihak.

Pernyataan Trump mengenai pengiriman perwakilan AS ke Islamabad pun diambil tanpa adanya jaminan partisipasi pihak Tehran, yang menunjukkan ketidakpercayaan Iran terhadap komitmen AS dalam proses negosiasi.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Iran Tegaskan Posisi: Tak Ada Ruang untuk Negosiasi dengan AS di Tengah Ancaman

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!