BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 10 APRIL 2026 • 15:45 WIB

Diskusi Harga BBM Non-Subsidi Sedang Berlanjut, Stok Energi Dipastikan Aman

Diskusi Harga BBM Non-Subsidi Sedang Berlanjut, Stok Energi Dipastikan AmanDiskusi Harga BBM Non-Subsidi Sedang Berlanjut, Stok Energi Dipastikan Aman

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengkonfirmasi bahwa pembicaraan mengenai harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi antara pemerintah dan perusahaan masih dalam proses berlangsung. Ia juga menekankan bahwa cadangan BBM dan LPG nasional tetap aman.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Bahlil menambahkan bahwa stok nasional BBM mencukupi untuk lebih dari 20 hari dan LPG tersedia untuk lebih dari 10 hari. Ia mengimbau masyarakat agar menggunakan kedua sumber energi ini dengan bijak.

Stok Energi yang Stabil

Bahlil memastikan bahwa masa kritis pasokan energi akibat gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah telah teratasi. Di samping itu, ia menekankan pentingnya pemanfaatan yang hati-hati terhadap BBM dan LPG.

Pemerintah juga melaksanakan program pencampuran biodiesel 50% pada solar, yang telah diuji coba dengan berbagai alat transportasi. Hasil uji coba menunjukkan kemajuan efisiensi hingga 60% - 70%.

Proyek ini direncanakan diluncurkan pada 1 Juli, menjadikannya bagian dari kebijakan negara untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM. Menurut Bahlil, langkah ini penting untuk memastikan pasokan energi dalam negeri tetap stabil.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Impor dan Diversifikasi Sumber Energi

Mengenai kebijakan impor, Bahlil menyatakan bahwa Indonesia kini tidak lagi mengimpor BBM siap pakai dari Timur Tengah, namun hanya crude oil. Diversifikasi sumber impor dilakukan dari negara-negara lain seperti Angola dan Amerika.

Meski demikian, untuk BBM jenis bensin, Indonesia masih melakukan impor dari negara-negara tertentu. Kebutuhan tahunan untuk bensin mencapai sekitar 20-22 juta kiloliter.

Laporan yang disampaikan oleh Sekretaris Ditjen Migas menunjukkan bahwa porsi impor minyak bensin diperkirakan mencapai 60,18% dari total kebutuhan pada tahun 2025. Singapura menjadi negara penyedia terbesar, diikuti oleh Malaysia dan Oman.

Tren Kebutuhan Minyak Solar

Rizwi, Sekretaris Ditjen Migas, melaporkan adanya peningkatan kebutuhan minyak solar. Meski demikian, pemerintah berhasil menekan angka impor dari 12,17% pada tahun 2025 menjadi 6,26% hingga Februari 2026.

Untuk tahun 2025, total kebutuhan minyak solar diperkirakan mencapai 110.932 KL per hari. Namun, angka tersebut naik menjadi 111.356 KL per hari hingga Februari 2026.

Sumber utama impor solar masih didominasi oleh Singapura dan Malaysia. Data menunjukkan bahwa porsi impor solar dari Singapura mencapai 58,56%, diikuti oleh Malaysia dengan 36,56%.

Baca juga: iPhone 17 Series: Tanpa SIM Tray, Hanya Mengandalkan eSIM

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Diskusi Harga BBM Non-Subsidi Sedang Berlanjut, Stok Energi Dipastikan Aman

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!