BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 18 MARET 2026 • 12:51 WIB

Denada Berbagi Kisah Kelam Persalinannya dan Perjuangannya sebagai Ibu

Denada Berbagi Kisah Kelam Persalinannya dan Perjuangannya sebagai IbuDenada Berbagi Kisah Kelam Persalinannya dan Perjuangannya sebagai Ibu

Denada baru-baru ini mengungkapkan pengalaman pahit saat melahirkan putranya, Ressa, yang menyisakan trauma mendalam. Menghadapi proses persalinan sendirian, ia harus menanggung beban emosional yang berat.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi

Dalam sebuah wawancara, penyanyi ini berbagi perasaannya tentang rasa sakit fisik dan psikologis yang dialaminya, serta beban untuk merahasiakan kelahiran putranya dari publik.

Kenangan Persalinan yang Menyakitkan

Dalam momen melahirkan Ressa, Denada merasakan kesedihan dan rasa sakit yang mendalam. Ia mengungkapkan, "Jujur, kembali lagi aku kayak ada flashback. Yang aku ingat tuh aku pada saat itu aku sendiri, dan aku sedih banget, dan aku sakit banget rasanya hari itu. I was so alone."

Kondisi yang Dialami Denada saat persalinan jauh dari harapan. Ia menginginkan momen bahagia untuk merayakan kelahiran anaknya, namun terpaksa harus menyimpan realita menyakitkan.

"Mestinya kan situasinya ideal, ada bapaknya, ada ibunya. Dan pada saat itu aku melihat betapa itu harus kita rahasiakan," tambahnya dengan nada pilu.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi

Beban Rasa Bersalah Sebagai Seorang Ibu

Usai mengalami proses persalinan yang penuh tantangan, Denada merasakan beban rasa bersalah sebagai seorang ibu. Hal ini sering mendatanginya, terutama saat ia berinteraksi dengan Ressa.

"I feel so guilty, aku merasa bersalah banget. Aku seperti menyakiti semua orang, aku seperti merepotkan semua," ungkapnya dengan emosi yang terlihat.

Setiap kali melihat putranya, Denada merasakan keraguan dan kecanggungan. "Setiap aku melihat dia, langsung berasa kayak 'iya ya, tahu apa enggak ya? Tahu apa enggak ya?' Rasa canggung itu muncul karena aku merasa bersalah sama dia," jelasnya.

Membangun Jembatan Komunikasi dengan Ressa

Keberadaan ibunya, Emilia Contessa, yang telah tiada, membuat Denada merasakan tanggung jawab besar untuk memberikan kejujuran kepada Ressa. Walaupun belum mendapatkan jawaban yang diharapkannya, Denada terus berusaha untuk membuka komunikasi.

Ia menyampaikan sebuah harapan, "Ressa kalau boleh, ingin rasanya ketemu Ressa. Enggak untuk apa-apa, aku hanya ingin ketemu kalau boleh pengin peluk aja. Tapi kalau Ressa enggak mau juga dimengerti kok."

Berkomitmen untuk memberikan penjelasan yang diperlukan kepada anaknya, Denada menekankan bahwa ia melakukannya bukan untuk mencari pembenaran. "Aku berutang penjelasan-penjelasan ini kepada dia," tutupnya.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Denada Berbagi Kisah Kelam Persalinannya dan Perjuangannya sebagai Ibu

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!