BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 10 MARET 2026 • 13:35 WIB

Iran Tangguhkan Akses Kapal di Selat Hormuz, Jalin Ketegangan dengan AS dan Israel

Iran Tangguhkan Akses Kapal di Selat Hormuz, Jalin Ketegangan dengan AS dan IsraelIran Tangguhkan Akses Kapal di Selat Hormuz, Jalin Ketegangan dengan AS dan Israel

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan syarat bagi negara-negara yang ingin melintasi Selat Hormuz. Syarat tersebut mencakup pengusiran duta besar Israel dan Amerika Serikat dari tanah Iran.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi

Pernyataan ini datang setelah Iran menutup Selat Hormuz menyusul serangan oleh AS-Israel pada akhir Februari 2026, yang mengakibatkan kemacetan bagi kapal tanker dari berbagai negara.

Penutupan Selat Hormuz dan Dampaknya Terhadap Perdagangan Energi

Selat Hormuz, dengan lebar 33 kilometer, menjadi jalur vital yang menyuplai 20 persen dari total minyak mentah dunia dan gas alam cair. Penutupan jalur ini menghentikan kapal tanker dari berbagai negara, menyebabkan dampak signifikan terhadap perdagangan energi.

IRGC mengklaim bahwa negara-negara Arab dan Eropa akan diberi hak untuk melintas jika mereka memutus hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan ini bukan saja peringatan, tetapi juga menunjukkan betapa tegasnya Iran dalam menanggapi situasi terkini.

Eskalasi situasi ini dipicu oleh ancaman dari IRGC untuk menyerang kapal yang berani melintasi, dengan pengecualian untuk kapal yang berasal dari China dan Rusia. Langkah ini menambah ketegangan lebih jauh di kawasan yang sudah rentan dan berpotensi mengganggu stabilitas harga minyak dunia.

Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer

Implikasi Ekonomi dan Strategi Iran

Harga minyak dunia melonjak signifikan seiring dengan penutupan Selat Hormuz, mencapai level tertinggi sejak Juli 2022. Pada 9 Maret 2026, harga minyak tercatat sebanyak US$119 per barel, menimbulkan kekhawatiran terhadap dampaknya pada perekonomian global.

Di samping itu, Iran berencana memungut bea masuk keamanan kepada kapal tanker dan komersial yang berafiliasi dengan AS, Israel, dan sekutunya. Langkah ini dapat dianggap sebagai strategi untuk mengendalikan harga minyak dan mempercepat respons AS terhadap kebijakan Teheran.

Sumber yang enggan disebutkan menyatakan bahwa strategi ini bertujuan untuk memaksa pihak AS, khususnya Presiden Trump, untuk menghentikan tindakan agresif terhadap Iran.

Kontroversi dan Respons Global

Langkah-langkah yang diambil oleh Iran memicu reaksi negatif di tingkat internasional, dengan banyak negara khawatir tentang implikasi jangka panjang penutupan Selat Hormuz bagi pasar energi. Analis berpendapat bahwa Iran berupaya menunjukkan kekuatannya di tengah tekanan yang dihadapinya.

Dari perspektif diplomatik, syarat-syarat yang diberlakukan oleh Iran dinilai sulit diterima oleh sekutu-sekutu Amerika Serikat di kawasan. Penarikan duta besar dari negara-negara tersebut bisa memicu ketegangan lebih lanjut dalam konteks hubungan diplomatik yang sudah lemah.

Sementara itu, kondisi ini mendorong komunitas internasional untuk mencari jalan keluar damai guna menghindari penurunan lebih lanjut dalam situasi di Teluk Persia, terutama berkaitan dengan stabilitas energi dan ekonomi global.

Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Iran Tangguhkan Akses Kapal di Selat Hormuz, Jalin Ketegangan dengan AS dan Israel

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!