BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 09 MARET 2026 • 10:55 WIB

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran Setelah Kematian Ayahnya

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran Setelah Kematian AyahnyaMojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran Setelah Kematian Ayahnya

Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei baru saja terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran, menggantikan ayahnya yang meninggal dunia akibat serangan dari Amerika Serikat dan Israel.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana

Pemilihan ini dilakukan oleh Majelis Pakar Iran yang beranggotakan 88 ulama senior, menandakan kekuatan garis keras tetap dominan di tengah situasi politik yang terus bergejolak.

Proses Pemilihan dan Latar Belakang Mojtaba

Mojtaba Khamenei, seorang ulama berusia 56 tahun, resmi terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru setelah kematian ayahnya. Proses pemilihan dilakukan oleh Majelis Pakar, menandakan keberlangsungan pengaruh garis keras dalam politik Iran.

Dalam sebuah video, anggota Majelis Pakar, Mohsen Heidari Alekasir, menyatakan bahwa pemilihan Mojtaba berdasarkan petunjuk dari mendiang Khamenei yang mengatakan bahwa seorang pemimpin harus 'dibenci oleh musuh'. Hal ini merujuk pada sikap negatif AS terhadapnya yang pernah disebut oleh Donald Trump sebagai pilihan yang 'tidak dapat diterima'.

Karier awal Mojtaba menunjukkan kedekatannya dengan berbagai elemen kekuasaan, khususnya Garda Revolusi Iran (IRGC), yang memberi pengaruh besar terhadap policy politik dan keamanan di negara tersebut.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH

Tanggung Jawab dan Tantangan Baru

Sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba memegang hak untuk membuat keputusan akhir dalam beragam isu penting, termasuk kebijakan luar negeri dan program nuklir Iran. Hal ini menimbulkan kecemasan di kalangan negara-negara Barat yang ingin mencegah pengembangan senjata nuklir oleh Iran.

Di sisi lain, Mojtaba juga dihadapkan dengan tantangan besar terkait ketidakpuasan masyarakat Iran yang mendambakan kebebasan lebih banyak. Meskipun pihak keamanan melakukan tindakan represif, demonstrasi dan protes dapat meningkat sebagai respons terhadap kepemimpinannya.

Mojtaba lahir di Mashhad dan sejak awal terlibat aktif dalam pergerakan perlawanan, dengan karier politik yang terlihat melalui berbagai aksi loyalis di Iran, meski ia jarang berbicara di depan publik.

Kontroversi Seputar Pemilihan Mojtaba

Mojtaba tidak luput dari kritik mengenai latar belakang dan kualifikasinya untuk memimpin. Banyak pihak mempertanyakan kapasitas spiritualnya karena gelar Hojjatoleslam-nya di bawah pangkat Ayatollah.

Walaupun banyak kritik yang ditujukan kepadanya, Mojtaba tetap menjadi kandidat utama untuk posisi ini, terutama setelah wafatnya kandidat lain, termasuk mantan presiden Ebrahim Raisi dalam kecelakaan helikopter pada tahun 2024.

Sanksi dari Departemen Keuangan AS pada tahun 2019 pun ikut menambah kontroversi, mencatat bahwa dia mewakili pemimpin tertinggi secara resmi tanpa pernah diangkat secara formal.

Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran Setelah Kematian Ayahnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!