BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 19:33 WIB

Klarifikasi Kementerian ESDM Terkait Pasokan Batu Bara ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap

Klarifikasi Kementerian ESDM Terkait Pasokan Batu Bara ke Pembangkit Listrik Tenaga UapKlarifikasi Kementerian ESDM Terkait Pasokan Batu Bara ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menjelaskan terkait masalah pasokan batu bara yang dihadapi oleh sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Indonesia.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kontroversi dan Dampaknya

Pernyataan ini disampaikan di tengah rencana pemerintah yang dapat mempengaruhi ketersediaan energi dalam negeri akibat pemangkasan kuota produksi batu bara.

Kondisi Pasokan Batu Bara

Yuliot Tanjung menegaskan bahwa seharusnya pasokan batu bara untuk PLTU di Indonesia dapat mencukupi. Kewajiban penjualan batu bara untuk pasar domestik, atau Domestic Market Obligation (DMO), untuk tahun 2026 diprediksi akan meningkat menjadi sekitar 30% dari total produksi.

Kementerian ESDM juga telah berkoordinasi dengan PLN dalam memetakan kebutuhan pasokan batu bara, terutama pada PLTU yang sangat memerlukan dukungan tersebut.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan

Distribusi Batu Bara ke PLTU

Yuliot menjelaskan bahwa masalah utama yang dihadapi adalah distribusi batu bara dari lokasi tambang ke masing-masing PLTU. Pemesanan batu bara dari tambang harus sesuai waktu agar tidak ada kendala dalam pendistribusiannya.

Ia menambahkan bahwa setiap pembangkit harus memiliki cadangan energi primer minimal selama 20 hari. Oleh karena itu, sistem pemesanan harus dikoordinasikan dengan baik agar tidak terjadi keterlambatan yang dapat mengganggu operasional PLTU.

Prioritas Energi Primer di Dalam Negeri

Yuliot juga menekankan perhatian Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terhadap pentingnya memastikan tidak adanya gangguan pada pasokan energi primer di dalam negeri. Gangguan ini dapat berimbas pada pasokan listrik secara keseluruhan.

Dia menjelaskan bahwa selain batu bara, ketersediaan LNG untuk pembangkit juga menjadi fokus prioritas, termasuk pasokan gas yang digunakan melalui pipa.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Klarifikasi Kementerian ESDM Terkait Pasokan Batu Bara ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!