BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 10:20 WIB

Dinamika Komitmen Alumni LPDP: Kontroversi yang Memicu Tanda Tanya di Masyarakat

Dinamika Komitmen Alumni LPDP: Kontroversi yang Memicu Tanda Tanya di MasyarakatDinamika Komitmen Alumni LPDP: Kontroversi yang Memicu Tanda Tanya di Masyarakat

Pernyataan salah satu awardee beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Inggris menggugah reaksi keras di kalangan publik. Ucapan tersebut mengenai keinginan anak-anaknya untuk tidak menjadi WNI menimbulkan kekhawatiran terkait komitmen alumni LPDP terhadap negara.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Susulan dari pernyataan kontroversial ini, suami awardee tersebut juga disebutkan belum melakukan kontribusi setelah menyelesaikan pendidikan doktornya. LPDP mengambil langkah untuk menegaskan kembali pentingnya pengabdian alumni kepada tanah air.

Pernyataan yang Memicu Protes

Sebuah video yang memperlihatkan DS menyebutkan agar anak-anaknya memiliki paspor asing ketimbang WNI, segera viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia menyatakan, "Cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu...".

Video tersebut ditanggapi negatif oleh banyak kalangan, memicu sorotan terhadap tanggung jawab moral dan sosial dari alumni beasiswa pemerintah. Meski video sudah dihapus, dampak dan pertanyaan mengenai pengabdian alumni tetap berseliweran di masyarakat.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov

Profil dan Dedikasi Suami Alumni

Suami DS, API, juga merupakan alumni LPDP yang menyelesaikan studi S2 di Utrecht University dan meraih gelar PhD pada tahun 2022. Tesisnya yang berjudul 'Morphodynamics of channel networks in tide-influenced deltas' mencantumkan ucapan terima kasih kepada LPDP atas dukungan yang diberikan.

Saat ini, API bekerja sebagai Postdoctoral Researcher di University of Exeter sejak Oktober 2022. Namun, pertanyaan mengenai kewajiban pengabdian yang diemban pasca studi mengemuka, dengan harapan agar ia dapat memenuhi tanggung jawab tersebut.

Komitmen Alumni dan Pengawasan yang Diperlukan

LPDP memiliki aturan yang mewajibkan setiap awardee untuk kembali dan berkontribusi setelah menyelesaikan pendidikan mereka. Anggi Afriansyah, sosiolog pendidikan dari BRIN, menjelaskan bahwa setiap alumni harus mengisi dokumen komitmen terkait pengabdian mereka di Indonesia.

Sementara itu, ada kelonggaran bagi alumni untuk melakukan penelitian di luar negeri, yang memungkinkan mereka menghabiskan waktu hingga 24 bulan tanpa melanggar janji tersebut. Hal ini membuka potensi bagi inovasi, tetapi di sisi lain, juga memunculkan tantangan pengawasan.

Anggi menekankan pentingnya penerapan pengawasan yang tepat oleh LPDP agar alumni benar-benar memenuhi komitmen yang telah disepakati, tanpa mengambil keuntungan dari kelonggaran waktu yang diberikan.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Dinamika Komitmen Alumni LPDP: Kontroversi yang Memicu Tanda Tanya di Masyarakat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!