Indonesia Tegaskan Peran Damai dalam Pasukan Stabilisasi Internasional untuk Gaza
Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menekankan bahwa negara tidak akan mengirimkan pasukan militer untuk terlibat dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov
Sugiono menegaskan bahwa fokus Indonesia tetap pada misi perdamaian dan kemanusiaan, tanpa agenda demiliterisasi.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan di Washington DC, Sugiono mengungkapkan bahwa mandat ISF tidak berkaitan dengan pengakuan diplomatik terhadap Israel.
Ia menyatakan, 'Karena ini kan bukan kaitannya dengan pengakuan atau ada tidaknya hubungan diplomatik. Ini adalah pasukan yang mendapatkan mandat untuk menjaga perdamaian, terdiri dari berbagai unsur yang tugasnya intinya adalah menjaga situasi.'
Sugiono juga menjelaskan bahwa setiap negara peserta memiliki ruang untuk menyampaikan batasan tugas yang disebut national caveat dalam mandat tersebut.
Indonesia telah memberikan klarifikasi mengenai komitmen untuk tidak melakukan operasi militer dalam kerangka ISF.
Menanggapi batasan tersebut, Sugiono menekankan, 'National caveat kita juga sudah kita sampaikan ke ISF, kalau kita tidak melakukan operasi militer, kemudian kita tidak melakukan pelucutan senjata, kita tidak melakukan apa yang disebut demiliterisasi.'
Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pernyataan ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk tetap berpegang pada misi kemanusiaan, tanpa melakukan intervensi militer yang bisa memperburuk situasi.
Sugiono menggarisbawahi pentingnya melindungi masyarakat sipil yang berada di kawasan padat konflik tersebut.
Dengan demikian, Indonesia berusaha untuk meningkatkan situasi keamanan tanpa terlibat secara langsung dalam konflik.
Sugiono menegaskan bahwa tujuan utama pasukan perdamaian adalah untuk menjaga masyarakat sipil di Gaza dari kedua belah pihak yang terlibat dalam konflik.
Ia menyatakan, 'Yang kita lakukan adalah menjaga masyarakat sipil di kedua belah pihak, kemudian terlibat dalam upaya-upaya kemanusiaan yang ada di sana.'
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: