BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 13:55 WIB

Poin Lebih Utama dari Gaya: Respon Matheus Cunha terhadap Nazar Suporter

Poin Lebih Utama dari Gaya: Respon Matheus Cunha terhadap Nazar SuporterPoin Lebih Utama dari Gaya: Respon Matheus Cunha terhadap Nazar Suporter

Matheus Cunha, pemain Manchester United, menyampaikan tanggapannya yang tenang terhadap nazar suporter yang berkaitan dengan potong rambut. Menurutnya, pencapaian poin dalam kompetisi jauh lebih penting daripada potongan rambut.

Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS

Cunha menekankan bahwa fokus tim seharusnya pada meraih kemenangan, bukan pada masalah gaya, meskipun nazar tersebut disampaikan oleh salah seorang pendukung setia.

Reaksi Cunha terhadap Nazar Suporter

Dalam sebuah konferensi pers, Cunha ditanyakan mengenai nazar seorang suporter, Frank Illet, yang akan memotong rambutnya jika timnya berhasil meraih lima kemenangan beruntun. Illet, yang sudah tidak memangkas rambutnya selama lebih dari 18 bulan, berharap Manchester United dapat memenuhi harapannya dan meraih kesuksesan di Liga Inggris.

Nazar ini menjadi topik pembicaraan di kalangan suporter, namun Cunha memperlihatkan sikap objektif dan lebih mementingkan tujuan tim. Dia menegaskan pentingnya keberhasilan di lapangan daripada sekadar gaya rambut seorang pendukung.

Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer

Pentingnya Poin dalam Kompetisi

Cunha menjelaskan, 'Orang-orang lebih khawatir tentang mengejar lima kemenangan karena masalah potong rambut itu daripada memikirkan 15 poinnya.' Hal ini menggambarkan seberapa besar tekanan yang dirasakan di luar tim, sementara fokus utama seharusnya pada poin yang dikumpulkan selama kompetisi.

Dia melanjutkan, 'Saya lebih memihak pada 15 poin tersebut; saya sama sekali tidak peduli dengan gaya rambutnya.' Pernyataan ini menunjukkan bahwa Cunha ingin timnya berkonsentrasi pada hasil di atas segalanya.

Tekanan dan Motivasi Tim

Cunha, yang berusia 26 tahun, juga menyoroti bahwa meskipun nazar Illet terkadang dibahas di ruang ganti, itu tidak memberikan motivasi tambahan bagi tim. 'Kami kadang membicarakannya, tetapi itu tidak terlalu memotivasi kami. Kami tidak menganggapnya keren,' ungkapnya.

Dia menyatakan bahwa tekanan dari masalah ini harus dihilangkan agar pemain dapat menikmati keindahan permainan sepak bola. Dengan cara ini, tim bisa lebih fokus untuk meraih keberhasilan di lapangan.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Poin Lebih Utama dari Gaya: Respon Matheus Cunha terhadap Nazar Suporter

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!