BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 19:01 WIB

Penyelidikan KPK Terkait Kasus Suap Melibatkan Safe House di Ciputat

Penyelidikan KPK Terkait Kasus Suap Melibatkan Safe House di CiputatPenyelidikan KPK Terkait Kasus Suap Melibatkan Safe House di Ciputat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menelaah kepemilikan rumah aman atau 'safe house' di Ciputat, yang berkaitan dengan kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa penyelidikan ini termasuk dalam rangkaian investigasi yang lebih luas setelah penetapan beberapa tersangka awal bulan lalu.

Proses Penyelidikan dan Penetapan Tersangka

KPK melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) pada 4 Februari 2026 di Ditjen Bea dan Cukai, berhasil menangkap 17 individu, di antaranya Rizal selaku Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat.

Sebanyak enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan suap dan gratifikasi, termasuk pejabat-pejabat yang terlibat, memperlihatkan dampak signifikan dari kasus ini.

Budi Prasetyo juga menekankan bahwa keberadaan safe house tersebut dapat menjadi tempat penyimpanan uang yang berhubungan dengan kasus ini, menandakan kompleksitas masalah yang diteliti.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi

Operasi dan Penyitaan Uang dalam Penyelidikan

Pada 13 Februari 2026, KPK menyita sekitar Rp5 miliar dalam lima koper yang ditemukan di Ciputat, namun rincian mengenai lokasi penyitaan masih belum diungkap.

Penyitaan ini merupakan bagian penting dari investigasi yang lebih luas mengenai praktik korupsi dalam lingkungan Bea dan Cukai yang sering menjadi perhatian publik.

Operasi oleh KPK menunjukkan langkah penting dalam upaya pemberantasan korupsi, khususnya terkait dengan pengawasan barang impor yang dinilai rawan terhadap tindakan korupsi.

Respons Masyarakat Terhadap Kasus Korupsi

Masyarakat luas menunjukkan perhatian tinggi terhadap kasus ini, dengan harapan agar KPK mampu menyelesaikan penyelidikan dengan memberikan keadilan.

Penangkapan pejabat tinggi di instansi pemerintah memperkuat pandangan bahwa tidak ada yang kebal hukum, membawa kepercayaan baru terhadap institusi penegak hukum.

Dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan pemerhati anti korupsi terhadap KPK diharapkan dapat mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan barang dan jasa oleh negara.

Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penyelidikan KPK Terkait Kasus Suap Melibatkan Safe House di Ciputat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!