Inovasi Nyamuk Ber-Wolbachia: Menekan Angka DBD di Singapura hingga 70 Persen
Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa metode inovatif menggunakan nyamuk terinfeksi Wolbachia berhasil menurunkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Singapura hingga 70 persen.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Eksperimen yang dilakukan dalam proyek bernama Project Wolbachia-Singapore ini menunjukkan dampak positif dalam kontrol populasi nyamuk di lingkungan padat penduduk.
Studi berlangsung dari pertengahan 2022 hingga akhir 2024, membagi 15 kawasan perumahan besar menjadi dua kelompok. Delapan kawasan telah menerima pelepasan nyamuk jantan ber-Wolbachia secara rutin dua kali seminggu.
Kelompok kontrol terdiri dari tujuh wilayah lainnya yang tidak mendapatkan intervensi. Metode ini secara efektif menghadirkan solusi jangka panjang untuk memerangi penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.
Nyamuk jantan ber-Wolbachia ini tidak menggigit, dan ketika dikawinkan dengan nyamuk betina liar, telur yang dihasilkan akan gagal menetas. Ini mengakibatkan penurunan populasi nyamuk secara signifikan.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Data menunjukkan bahwa di wilayah sasaran, populasi nyamuk betina liar berkurang sekitar 77 persen setelah penerapan metode ini. Angka ini sangat berarti dalam usaha menekan penyebaran penyakit.
Setelah enam bulan intervensi, hanya 6 persen penduduk di area tersebut terdiagnosis positif DBD, berbanding jauh dengan 21 persen pada kelompok kontrol. Ini menunjukkan adanya dampak nyata dari penerapan teknologi ini.
Penelitian mencatat bahwa, "Secara keseluruhan, paparan nyamuk pembawa Wolbachia memangkas risiko dengue sekitar 71 hingga 72 persen dalam periode tiga hingga 12 bulan."
Penggunaan metode tradisional seperti fogging kurang berkelanjutan dan dapat berisiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Metode Wolbachia menawarkan alternatif biologis yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Bakteri Wolbachia secara alami menghambat replikasi virus dengue dalam nyamuk, sehingga mengurangi kemungkinannya untuk menularkan penyakit kepada manusia. Hal ini menjadikan Wolbachia sebagai solusi berkelanjutan untuk masalah DBD.
Peneliti meyakini bahwa teknologi ini dapat berfungsi sebagai pelengkap untuk metode kontrol konvensional dan vaksinasi dalam menangani ancaman nyamuk Aedes yang lebih luas.
Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: