Dampak Buruk Konsumsi Gula Berlebihan bagi Kesehatan
Kebiasaan mengonsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius, seperti diabetes dan penyakit jantung. Penyimpanan gula yang tidak tepat dalam tubuh berpotensi memicu peradangan kronis dan komplikasi sistemik.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Dokter spesialis jantung, dr. Yislam Aljaidi, menegaskan bahwa asupan gula harus disesuaikan dengan kebutuhan energi individu, terutama mereka yang aktif. Namun, bagi mereka yang berpegang pada gaya hidup pasif, gula tidak memberikan manfaat kesehatan.
Ketika gula dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, ia disimpan sebagai cadangan energi yang kemudian diubah menjadi lemak. Proses ini dapat menimbulkan kelelahan pada pankreas yang bertanggung jawab memproduksi insulin.
Sebagaimana dijelaskan oleh dr. Yislam, "Nanti, reseptor tubuh itu seolah-olah kegagalan si insulinnya meregulasi gulanya." Jika kadar gula darah meningkat secara terus-menerus, peradangan aktif menjadi menjadi risiko yang meningkat.
Kondisi peradangan yang berlanjut ini bisa menimbulkan masalah di pembuluh darah yang berpengaruh tidak hanya pada jantung tetapi juga pada organ-organ lain di seluruh tubuh.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov
Dr. Yislam menyoroti bahwa, "Gula sering bikin gagal ginjal karena peradangannya di pembuluh darah ginjal." Ini menunjukkan bahwa dampak konsumsi gula berlebih sangat serius.
Kenaikan risiko penyakit mematikan seperti stroke dan serangan jantung juga dapat terjadi, tergantung pada organ yang terkena dampak paling parah. Peradangan pada pembuluh darah otak bisa menyebabkan stroke, sementara jantung bisa mengalami serangan jantung.
Peradangan bersifat sistemik, sehingga dapat menyerang berbagai organ dalam tubuh sekaligus menjadikannya ancaman nyata bagi kesehatan.
Sebagai langkah pencegahan, penting untuk lebih bijak dalam memilih makanan dan minuman manis. Menurut dr. Yislam, "Coba di supermarket, minumannya itu kandungan gulanya ada yang 50 gram, 60 gram."
Ia merekomendasikan untuk membaca informasi nilai gizi pada produk sebelum membeli. Mengawasi jumlah gula yang dikonsumsi dari makanan kemasan dapat membantu menghindari dampak yang merugikan.
Dengan memilih produk berkualitas dan membatasi asupan gula, diharapkan masyarakat dapat menjaga kesehatan lebih baik dan mengurangi risiko komplikasi.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: