BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 16 FEBRUARI 2026 • 20:26 WIB

Peningkatan Penipuan Digital dan Inovasi AI untuk Perlindungan Masyarakat

Peningkatan Penipuan Digital dan Inovasi AI untuk Perlindungan MasyarakatPeningkatan Penipuan Digital dan Inovasi AI untuk Perlindungan Masyarakat

Penipuan digital menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia, dengan catatan mengkhawatirkan dari Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang mencatat lebih dari 411 ribu pengaduan dalam setahun terakhir.

Baca juga: iPhone 17 Series: Tanpa SIM Tray, Hanya Mengandalkan eSIM

Kerugian akibat penipuan ini mencapai Rp 9,1 triliun, menandakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesadaran dan perlindungan masyarakat terhadap ancaman ini.

Kondisi Terkini Penipuan Digital di Indonesia

Di Indonesia, jumlah penipuan digital terus menunjukkan tren kenaikan yang signifikan, dengan modus operandi yang semakin beragam. Pelaku sering kali berpura-pura sebagai lembaga resmi, seperti bank atau kurir, yang membuat masyarakat merasa terjebak dalam situasi darurat.

Data terbaru dari IASC menunjukkan tingginya angka pengaduan, menggambarkan betapa rawannya masyarakat terhadap taktik yang memanfaatkan kepanikan. Kerugian yang dialami oleh korban menjadi perhatian utama bagi otoritas terkait dan publik.

Salah satu masalah utama dalam menangani penipuan digital adalah lambatnya waktu pelaporan yang dilakukan oleh korban. Kebanyakan dari mereka baru melaporkan setelah lebih dari 12 jam, saat jejak pelaku biasanya sudah samar.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti

Inovasi Teknologi untuk Meningkatkan Kesadaran

Menghadapi permasalahan ini, Miftahul Fadli Muttaqin, seorang ahli teknologi informasi, telah meluncurkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan untuk mendeteksi potensi penipuan. Aplikasi dengan nama tanya.fadli.id ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah percakapan mencurigakan untuk mendapatkan analisis risiko dalam waktu cepat.

Fadli menjelaskan, "Aplikasi ini kami buat agar masyarakat tidak lagi sendirian ketika menghadapi pesan atau telepon mencurigakan. Cukup unggah bukti yang ada, dan sistem akan membantu memberikan gambaran tingkat risikonya." Inovasi ini diharapkan mampu menjangkau berbagai kalangan masyarakat.

Dalam menjaga privasi pengguna, Fadli menegaskan bahwa tidak ada data pribadi yang akan dipublikasikan tanpa persetujuan. Aplikasi ini juga memiliki fitur sensor otomatis untuk bảo vệ informasi sensitif.

Pentingnya Edukasi Digital di Keluarga

Di era digital ini, perlindungan terhadap keluarga tidak hanya bergantung pada teknologi semata. Fadli juga menerbitkan buku berjudul 'Jaga Keluarga di Dunia Digital', yang dirancang untuk memberikan panduan kepada keluarga dalam menghadapi risiko di dunia maya.

Dalam bukunya, Fadli menegaskan, "Keamanan digital bukan tanggung jawab satu orang, tapi tanggung jawab satu keluarga." Buku tersebut dirancang agar mudah dipahami oleh semua kalangan, termasuk orang tua dan lansia.

Edukasikan keluarga mengenai risiko penipuan agar mereka dapat lebih waspada. Dengan literasi yang tepat, setiap anggota keluarga dapat merasa lebih tenang ketika menghadapi pesan atau tawaran yang mencurigakan.

Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Peningkatan Penipuan Digital dan Inovasi AI untuk Perlindungan Masyarakat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!