Empat Tersangka Penembakan Pesawat Smart Air Ditangkap di Papua
Pada tanggal 16 Februari 2026, penangkapan empat anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) terjadi di Yahukimo, Papua Pegunungan. Mereka diduga terlibat dalam penembakan pesawat Smart Air yang terjadi di Kabupaten Boven Digoel.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?
Penangkapan tersebut dilakukan oleh Satgas Operasi Damai Cartenz setelah mereka mengidentifikasi sekitar 20 anggota KKB yang terlibat dalam kejadian tersebut. Dua di antaranya, GW dan EH, kini berada dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.
Kombes Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, menyatakan bahwa pihaknya berhasil mengidentifikasi anggota-anggota KKB yang terlibat dalam penembakan pesawat tersebut. Penangkapan ini menjadi langkah konkret untuk menindak tegas mereka yang mengganggu keamanan di wilayah Papua.
Dari total anggota KKB yang teridentifikasi, dua orang telah ditangkap. Proses pemeriksaan masih berlangsung untuk mengumpulkan lebih banyak bukti mengenai keterlibatan mereka dalam kasus penembakan yang mencoreng keamanan penerbangan di daerah tersebut.
Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak
Menurut penjelasan Kombes Yusuf, penembakan terhadap pesawat Smart Air melibatkan berbagai jenis senjata. Pelaku diperkirakan menggunakan antara tiga hingga empat senjata api laras panjang, serta senjata tajam seperti tombak dan panah.
Identifikasi lebih lanjut mengenai jenis dan asal usul senjata api yang digunakan masih dilakukan. Hal ini penting untuk memahami dinamika dan kapasitas kelompok tersebut dalam melakukan tindakan kriminal.
Sebagai langkah tindak lanjut, pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka terus mengejar pelaku KKB yang belum tertangkap. Kombes Yusuf memastikan bahwa keamanan di wilayah Boven Digoel menjadi prioritas untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
Sejumlah personel kepolisian telah disiagakan untuk memperkuat pengamanan di kawasan tersebut. Tindakan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan masyarakat dan mencegah ketegangan lebih lanjut di area yang rawan.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: