Unilever Mengamankan Rp8,5 Triliun dari Penjualan Bisnis Es Krim dan Teh Sariwangi
PT Unilever Indonesia Tbk resmi mengumumkan perolehan dana sebesar Rp8,5 triliun dari penjualan dua unit usahanya, yakni bisnis es krim dan teh Sariwangi.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Stabil
Transaksi divestasi ini merupakan bagian dari strategi penataan portofolio yang dilakukan secara menyeluruh dan dijadwalkan rampung pada tahun 2025.
Dalam konferensi pers daring pada Kamis, 12 Februari 2026, Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, mengungkapkan bahwa total dana hasil penjualan, sebelum pajak pertambahan nilai (PPN), mencapai Rp8,5 triliun.
Dari total tersebut, sebesar Rp7 triliun diperoleh dari penjualan bisnis es krim dan Rp1,5 triliun dari teh Sariwangi.
Benjie juga menjelaskan bahwa dari divestasi ini, perusahaan mengantisipasi keuntungan bersih sekitar Rp4,6 triliun, dengan Rp3,8 triliun dari bisnis es krim dan sekitar Rp800 miliar dari Sariwangi.
Langkah ini menunjukkan strategi Unilever dalam menata kembali portofolionya secara agresif.
Setelah proses pemisahan, data menunjukkan bahwa margin kotor perusahaan meningkat sebesar 21 basis poin, dan margin laba sebelum pajak juga mengalami kenaikan sebesar 63 basis poin.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari
Peningkatan ini mencerminkan bahwa profil margin inti Unilever kini menjadi lebih kuat.
Kinerja operasional Unilever juga menunjukkan tren pemulihan, dengan penjualan domestik dari operasi berkelanjutan tercatat sebesar Rp7,7 triliun pada kuartal IV-2025, meningkat 17,2 persen dibandingkan tahun lalu.
Secara keseluruhan, penjualan domestik Unilever mencapai Rp31 triliun dalam satu tahun, mencatatkan pertumbuhan sekitar 4 persen dibandingkan tahun 2024.
Dari aspek laba, Unilever mencatatkan laba bersih sebesar Rp538 miliar untuk kuartal IV-2025, meskipun angka ini terpengaruh oleh biaya transformasi senilai Rp460 miliar.
Tanpa memperhitungkan biaya tersebut, laba bersih kuartalan diperkirakan dapat mencapai Rp1 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: