Skandal naturalisasi pemain Timnas Malaysia terkuak setelah Vietnam melaporkan dugaan ketidakberesan ke AFC. Aduan ini muncul selepas Malaysia menang 4-0 atas Vietnam dalam laga kualifikasi Piala Asia 2027.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pernyataan Sekretaris Jenderal AFC, Windsor Paul John, menyatakan bahwa investigasi pun dimulai setelah laporan dari Vietnam mengenai masalah dalam proses naturalisasi sejumlah pemain Malaysia.
AFC mulai melakukan investigasi usai Vietnam mengajukan laporan resmi setelah kekalahan di stadion Bukit Jalil pada 10 Juni 2025. Dalam laga tersebut, Malaysia menurunkan tujuh pemain naturalisasi yang dokumentasi mereka diduga tidak valid.
Menurut Windsor Paul John, protes dari Vietnam memicu investigasi, dengan kekecewaan atas penggunaan pemain yang dianggap tidak sesuai. Ini menjadi pertama kalinya AFC menerima laporan mengenai dugaan pelanggaran pasca pertandingan.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
FIFA menanggapi laporan tersebut dengan menjatuhkan sanksi kepada tujuh pemain naturalisasi, melarang mereka bermain selama satu tahun. Penggunaan pemain dengan dokumen yang dinilai tidak memenuhi kriteria dianggap sebagai tindakan ilegal.
Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) berupaya membalas dengan mengajukan banding atas hukuman, tetapi upaya tersebut ditolak. FAM juga meminta penangguhan hukuman kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) akhirnya memberikan penangguhan atas sanksi FIFA, sehingga ketujuh pemain dapat kembali bertanding sebelum keputusan akhir banding dikeluarkan. Hal ini memberikan FAM kesempatan untuk memperjuangkan hak para pemain di arena sepakbola.
Situasi ini menarik perhatian di kalangan pecinta sepakbola internasional dan ujian bagi kepatuhan FIFA terhadap aturan yang berlaku di level global.
Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: