BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 14:47 WIB

Kesepakatan Real Madrid dan UEFA Tandai Akhir Proyek Super League

Kesepakatan Real Madrid dan UEFA Tandai Akhir Proyek Super LeagueKesepakatan Real Madrid dan UEFA Tandai Akhir Proyek Super League

Kesepakatan antara Real Madrid dan UEFA secara resmi mengakhiri proyek ambisius European Super League, yang telah menjadi sorotan dalam dunia sepakbola. Pernyataan resmi Real Madrid mengungkapkan bahwa kesepakatan ini bertujuan untuk kebaikan sepakbola klub Eropa secara keseluruhan.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dalam pernyataan tersebut, Madrid menegaskan pentingnya menjaga prinsip prestasi olahraga sambil menekankan keberlanjutan jangka panjang klub. Dengan ini, sengketa hukum yang berkaitan dengan Liga Super Eropa pun telah diselesaikan, menandai berakhirnya bentuk kompetisi yang banyak ditentang.

Kesepakatan Akhir Proyek Super League

Real Madrid merilis pernyataan resmi yang menyebutkan, "UEFA, Klub-klub Sepakbola Eropa, dan Real Madrid CF mencapai kesepakatan demi kebaikan sepakbola klub Eropa." Kesepakatan ini merupakan hasil pembicaraan panjang untuk mengedepankan kepentingan terbaik dari sepakbola Eropa.

Di dalam pernyataan tersebut, Madrid menambahkannya, "Setelah berbulan-bulan pembicaraan yang dilakukan demi kepentingan terbaik sepakbola Eropa, UEFA, Klub-klub Sepak Bola Eropa (EFC), dan Real Madrid CF mengumumkan mereka telah mencapai kesepakatan prinsip demi kesejahteraan sepakbola klub Eropa, dengan menghormati prinsip prestasi olahraga, menekankan keberlanjutan jangka panjang klub, dan peningkatan pengalaman penonton melalui penggunaan teknologi."

Dengan titik akhir proyek ini, kesepakatan tersebut akan menyelesaikan sengketa hukum yang berkaitan dengan Liga Super Eropa. Ini menunjukkan komitmen untuk menghormati persaingan yang sehat dalam kompetisi sepakbola di Eropa.

Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS

Sejarah Proyek Super League

Proyek Super League pertama kali diperkenalkan pada tahun 2021 yang melibatkan 12 klub sepakbola besar Eropa. Raksasa-raksasa ini termasuk tiga wakil dari LaLiga, enam dari Premier League, dan tiga dari Serie A.

Keterlibatan klub-klub seperti Real Madrid, Barcelona, dan Juventus menciptakan ekspektasi akan evolusi dalam dunia sepakbola, namun proyek ini segera mendapat penolakan kuat dari berbagai kalangan, termasuk federasi sepak bola lokal, suporter, dan legenda klub.

Penolakan tersebut bersumber dari kekhawatiran bahwa Super League akan merusak keseimbangan kompetitif yang merupakan inti dari olahraga ini, serta memprioritaskan keuntungan finansial di atas faktor olahraga.

Mundurnya Klub-Klub Pendiri

Setelah menerima tekanan besar, klub-klub pendiri mulai mundur dari proyek Super League secara bertahap. Ini dimulai dengan klub-klub asal Inggris, menyisakan hanya Real Madrid, Barcelona, dan Juventus sebagai yang bertahan.

Pada tahun 2023, Juventus mengumumkan mundurnya dari proyek tersebut, diikuti oleh Barcelona yang mengambil langkah serupa beberapa waktu lalu. Keputusan Real Madrid untuk menciptakan kesepakatan dengan UEFA mengakhiri keanggotaan semua klub dalam proyek Super League yang sempat dicanangkan.

Mundurnya seluruh klub yang terlibat menegaskan bahwa proyek tersebut tidak didukung secara luas di lingkungan sepakbola, menandai akhir inisiatif yang sebelumnya dipandang ambisius.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kesepakatan Real Madrid dan UEFA Tandai Akhir Proyek Super League

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!