Penurunan Harga Emas Antam di Pertengahan Februari 2026
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada Rabu, 11 Februari 2026, mengalami penurunan sebesar Rp 7.000 ke level Rp 2.947.000 per gram. Penurunan ini menandai akhir dari tren kenaikan yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Stabil
Sebelumnya, pada Selasa, 10 Februari 2026, harga emas Antam sempat mengalami lonjakan hingga Rp 14.000. Dengan pencatatan kenaikan tahun 2026 yang mencapai sekitar 18%, pergerakan harga emas saat ini menunjukkan dinamika yang signifikan.
Pada Rabu, 11 Februari 2026, harga emas Antam tercatat turun menjadi Rp 2.947.000 per gram. Penurunan ini terjadi setelah lonjakan harga yang signifikan pada hari sebelumnya, mencerminkan fluktuasi yang cukup besar di pasar emas.
Sejak awal tahun 2026, harga emas Antam telah meningkat sekitar 18% dari Rp 2.488.000 per gram pada 1 Januari 2026. Namun, penurunan harga pada hari ini menunjukkan bahwa dinamika pasar emas sangat bervariasi.
Rekor tertinggi untuk harga emas Antam dicatat pada 29 Januari 2026, dengan nilai Rp 3.168.000 per gram, menunjukkan bahwa harga saat ini masih berada jauh di bawah angka tersebut. Hal ini memberikan perspektif tentang volatilitas yang terjadi di pasar.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kontroversi dan Dampaknya
Harga beli kembali atau buyback emas Antam juga mengalami penurunan pada Rabu, mencapai Rp 2.741.000 per gram. Penjualan kembali emas kepada Antam mematuhi ketentuan pajak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No 34/PMK.10/2017.
Bagi nominal di atas Rp 10 juta, penjualan kembali emas akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5% untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3% bagi non-NPWP. Penerapan pajak ini akan langsung dipotong dari nilai total buyback.
Harga pecahan emas batangan pada Rabu, 11 Februari 2026, adalah sebagai berikut: Emas Antam 0,5 gram sebesar Rp 1.523.500, 1 gram Rp 2.947.000, dan 5 gram Rp 14.510.000. Data harga ini dapat menjadi acuan bagi investor di sektor emas.
Pergeseran harga emas Antam mencerminkan tidak hanya kondisi internal perusahaan, tetapi juga terkait dengan faktor eksternal pasar. Analis menyebutkan bahwa perkembangan harga emas dipengaruhi oleh fluktuasi di pasar internasional.
Kebijakan moneter dan ekonomi global turut memengaruhi harga emas, termasuk berita seputar nilai tukar dan inflasi. Banyak pengamat pasar yang berharap adanya stabilitas lebih dalam harga emas Antam di masa yang akan datang.
Masyarakat disarankan untuk tetap memperhatikan berbagai faktor yang berpotensi mempengaruhi harga emas, termasuk kebijakan perpajakan dan kondisi ekonomi global yang dapat berdampak langsung terhadap investasi di sektor ini.
Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: