Strategi WFA Pemerintah untuk Memudahkan Mobilitas Jelang Idul Fitri 2026
Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri 2026, dengan tujuan untuk mempermudah mobilitas masyarakat selama periode mudik lebaran.
Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS
Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan fleksibilitas dalam pengaturan jam kerja, tanpa mengesampingkan tanggung jawab pekerjaan sesuai dengan penjelasan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa kebijakan WFA akan diberlakukan pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026. Dalam kesempatan konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Airlangga menekankan pentingnya kebijakan ini untuk memfasilitasi kegiatan mudik.
Kebijakan ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pegawai swasta dalam pengaturan waktu kerja mereka. Harapannya, hal ini dapat meningkatkan kepuasan kerja sambil tetap menjaga produktivitas.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov
Airlangga memperkirakan adanya lonjakan mobilitas masyarakat terutama pada Kamis dan Jumat sebelum lebaran. Data tahun lalu menunjukkan angka mobilitas mencapai 154,62 juta orang, mencakup penggunaan angkutan umum dan kendaraan pribadi.
Dengan kebijakan ini, pemerintah juga menyiapkan program stimulus ekonomi melalui diskon tarif transportasi. Langkah ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan konektivitas antardaerah selama musim mudik perdana.
Pemerintah mengantisipasi bahwa dengan membaiknya mobilitas, aktivitas pariwisata juga akan mengalami peningkatan selama periode lebaran. Menko Perekonomian mencatat bahwa sebelumnya saat libur Nataru, terjadi lonjakan signifikan dalam sektor ini.
Melalui diskon transportasi yang ditawarkan, pemerintah berharap mampu menarik lagi kunjungan wisatawan, baik domestik maupun internasional. Airlangga mencatat bahwa pada Desember 2025, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,41 juta orang, sementara wisatawan lokal mencapai 105,98 juta orang.
Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: