BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 21:49 WIB

Harga Rumah dan Pendidikan: Menyelami Penghalang Akses Kekayaan di Masyarakat

Harga Rumah dan Pendidikan: Menyelami Penghalang Akses Kekayaan di MasyarakatHarga Rumah dan Pendidikan: Menyelami Penghalang Akses Kekayaan di Masyarakat

Sebuah studi terbaru mengungkap kendala utama yang dihadapi banyak keluarga dalam membangun kekayaan jangka panjang, yaitu tingginya harga rumah di daerah dengan fasilitas publik yang berkualitas.

Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel

Hasil analisis dari Goldman Sachs menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kualitas pendidikan dan tingkat kepemilikan rumah di berbagai wilayah, memberikan wawasan mendalam terkait mobilitas sosial.

Hubungan antara Harga Rumah dan Kualitas Pendidikan

Analisis yang lebih dalam dari Goldman Sachs membandingkan tingkat kepemilikan rumah dengan kualitas sekolah di daerah tertentu, di mana kualitas pendidikan diukur berdasarkan nilai rata-rata tes lokal dibandingkan dengan nilai nasional.

Temuan menunjukkan bahwa daerah dengan kualitas sekolah yang tinggi memiliki harga rumah yang lebih mahal. "Bagi banyak rumah tangga, mahalnya rumah milik sendiri bukan sekadar masalah biaya hidup," jelas para analis.

Hal ini berdampak pada mobilitas sosial, di mana akses terbatas terhadap layanan pendidikan dan peluang kerja terutama dirasakan oleh rumah tangga berpendapatan rendah. Mereka menekankan bahwa kendala ini turut menghambat akumulasi kekayaan.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Ketimpangan Kekayaan antara Pemilik dan Penyewa

Studi sebelumnya menunjukkan perbedaan mencolok antara kekayaan yang dimiliki oleh pemilik rumah dan penyewa. Pemilik rumah dapat mengumpulkan kekayaan hingga 40 kali lebih besar dibanding penyewa, mencerminkan dampak kepemilikan rumah terhadap stabilitas keuangan.

Pada tahun 2023, tercatat sekitar 39% penyewa memiliki arus kas positif, namun lebih dari separuh pendapatan mereka tersedot untuk membayar sewa dan utilitas, yang menghalangi kemampuan mereka untuk menabung.

Kondisi ini menciptakan siklus menyewa yang sulit diputuskan, di mana penyewa sering kali tidak memiliki kesempatan untuk memperoleh rumah dan meningkatkan status finansial.

Aspek Rasial dan Regulasi dalam Kepemilikan Rumah

Ketimpangan dalam kepemilikan rumah juga mencerminkan isu rasial yang mendalam. Hanya 46% warga kulit hitam di AS yang memiliki rumah, sementara 75% warga kulit putih memilikinya, menunjukkan ketidakadilan struktural yang ada.

Lebih lanjut, pengajuan kredit pemilikan rumah oleh peminjam kulit hitam memiliki tingkat penolakan yang lebih tinggi dibandingkan dengan peminjam kulit putih. Data ini menyoroti diskriminasi yang ada dalam sektor perumahan dan dampaknya terhadap ketidaksetaraan ekonomi.

Para analis Goldman Sachs menyimpulkan bahwa regulasi lokal yang ketat menjadi penghambat bagi pasokan rumah di wilayah yang sangat diminati. "Dalam jangka pendek, pemberian subsidi untuk pembangunan rumah terjangkau dapat menjadi solusi yang realistis," tulis mereka.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Harga Rumah dan Pendidikan: Menyelami Penghalang Akses Kekayaan di Masyarakat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!