Efek Buruk Kurang Tidur pada Kesehatan Jangka Panjang
Kurang tidur bukanlah persoalan sepele dan dapat membawa efek serius bagi kesehatan di masa depan. Tidak sedikit penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan yang berbahaya.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Sebagai kebutuhan penting bagi manusia, tidur sering kali diabaikan. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa kurang tidur berhubungan erat dengan risiko berbagai penyakit.
Salah satu dampak langsung dari kurang tidur adalah menurunnya sistem kekebalan tubuh. Ketika tidak tidur cukup, tubuh tidak mampu memproduksi protein bernama sitokin, yang sangat penting dalam melawan infeksi.
Risiko penyakit jantung juga meningkat akibat kurang tidur. Penelitian menunjukkan keterkaitan antara kurang tidur dengan tekanan darah tinggi dan masalah kardiovaskular lainnya.
Selain itu, pengaruhnya terhadap berat badan juga tidak bisa diabaikan. Ketika tubuh kurang tidur, hormon yang mengatur rasa lapar seperti ghrelin dan leptin bisa terganggu, yang berpotensi meningkatkan selera makan dan mengarah pada obesitas.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Kurang tidur juga berkontribusi pada masalah kesehatan mental. Stres, kecemasan, dan depresi dapat menjadi lebih parah bagi mereka yang tidak cukup tidur.
Sebuah studi mengungkapkan bahwa kurang tidur dapat merusak konsentrasi dan kemampuan mengambil keputusan. Akibatnya, produktivitas seseorang di lingkungan pekerjaan atau sekolah bisa menurun.
Siklus negatif ini dapat berlanjut, di mana kesulitan berkonsentrasi menyebabkan lebih banyak stres, yang pada gilirannya mengganggu kualitas tidur.
Menerapkan rutinitas tidur yang baik adalah langkah pertama dalam mencegah dampak kurang tidur. Usahakan untuk pergi tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan.
Hindari penggunaan perangkat elektronik menjelang waktu tidur. Cahaya biru dari layar gadget dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang diperlukan untuk tidur.
Sebagai tambahan, cobalah melakukan aktivitas santai sebelum tidur, seperti membaca buku atau meditasi, agar pikiran menjadi tenang dan siap untuk tidur.
Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: