Kevin Warsh: Calon Utama Ketua The Fed Pasca Jerome Powell
Kevin Warsh, mantan anggota Dewan Gubernur The Federal Reserve (The Fed), kini menjadi kandidat terkuat untuk posisi ketua yang ditinggalkan Jerome Powell. Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah memilih Warsh sebagai opsi utama untuk mengisi posisi tersebut.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Dalam sebuah pernyataan pada Kamis malam, Trump mengungkapkan rencananya untuk mengumumkan calon ketua baru, dengan menegaskan, 'Saya akan mengumumkan pilihan yang sangat bagus besok,' yang mengindikasikan ketertarikan serius terhadap Warsh.
Selama beberapa pekan terakhir, Donald Trump telah mempersempit daftar kandidat untuk posisi Ketua The Fed menjadi empat nama pilihan. Pada hari Kamis, Warsh melakukan pertemuan dengan Trump di Gedung Putih untuk mendiskusikan peluangnya dalam mendapatkan posisi tersebut.
Warsh, yang sekarang memegang jabatan sebagai Direktur Dewan Ekonomi Nasional, memiliki kualifikasi menonjol dibandingkan kandidat lainnya. Trump menggambarkan calon yang terpilihnya sebagai individu yang sangat dihormati dalam dunia keuangan.
Melalui proses seleksi ini, terlihat bahwa Trump menginginkan pemimpin yang sejalan dengan visinya untuk mengarahkan kebijakan moneter negara.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Kevin Warsh memiliki pengalaman luas sebagai Gubernur Fed selama lima tahun setelah ditunjuk oleh Presiden George W. Bush. Pengalaman ini memungkinkan Warsh untuk dipahami baik oleh kalangan pengambil kebijakan ekonomi.
Sebelumnya, Warsh juga pernah dipertimbangkan untuk posisi Menteri Keuangan dan ketua The Fed, menunjukkan kelayakannya dalam kebijakan ekonomi. Pada tahun 2017, Warsh juga menjadi kandidat serius sebelum pilihan jatuh kepada Jerome Powell.
Keterlibatannya yang lama dalam lembaga ini membentuk pemahaman yang mendalam tentang dinamika yang ada di The Fed, menjadikannya kandidat yang serius.
Sepanjang masa kepresidenannya, Trump sering mengkritik Jerome Powell dan keputusan yang diambil The Fed, mencerminkan ketidakpuasan terhadap kebijakan moneter yang ada. Hal ini menunjukkan kebutuhan akan pemimpin yang lebih sejalan dengan pemikirannya.
Warsh diketahui memiliki pandangan yang berbeda dalam beberapa aspek dari Powell, memberikan harapan akan segarnya kebijakan moneter di bawah kepemimpinannya. Banyak analis berpendapat bahwa pemilihan Warsh dapat menentukan arah ekonomi AS di masa depan.
Seiring dengan proses ini, perhatian publik terus tertuju pada keputusan akhir yang akan mempengaruhi kebijakan ekonomi Amerika.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: