Proses Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500 Memasuki Tahap Penting
Operasi pencarian dan evakuasi korban Pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, kini telah resmi berakhir. Fase berikutnya menjadi fokus utama, yaitu identifikasi jenazah yang terus berjalan.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri bersama Polda Sulsel tengah melaksanakan proses ini dengan metode ilmiah yang ketat. Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengonfirmasi bahwa tahap evakuasi telah berhasil dilaksanakan.
Operasi SAR gabungan yang dilakukan di lereng Gunung Bulusaraung berhasil mengangkat seluruh jenazah dari lokasi kecelakaan. Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan rasa syukur bahwa operasi ini dapat berjalan dengan baik, menghasilkan evakuasi yang efektif.
Evakuasi dimulai pasca penemuan lokasi pesawat jatuh hingga tanggal 23 Januari 2026, dengan seluruh jenazah kini berada dalam proses identifikasi. Meski dalam manifest penumpang disebutkan hanya 10 nama, pihak berwenang menemukan 11 kantong jenazah, termasuk satu berisi potongan tulang.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, melaporkan penerimaan 11 body pack oleh Bidokkes Polri. Proses ini berlangsung secara bertahap dari tanggal 20 hingga 23 Januari 2026, menunjukkan adanya kemajuan yang signifikan.
Identifikasi dilakukan dengan metode ilmiah terstandarisasi yang menjamin ketepatan hasil. ''Dari hasil sementara, tiga korban telah berhasil teridentifikasi,'' ungkap Kapolda, membuktikan bahwa setiap langkah dalam proses ini diambil dengan cermat.
Keluarga korban tengah menghadapi rasa duka yang mendalam, dengan harapan agar proses identifikasi dapat diselesaikan dengan cepat. Proses identifikasi menjadi kunci untuk memberikan kejelasan kepada keluarga yang berduka atas kepergian anggota mereka.
Pihak berwenang menegaskan komitmen untuk menjalankan identifikasi secara cermat, menghargai setiap detail demi hasil yang bisa diandalkan. Dalam situasi tragedi ini, dukungan dan kesabaran dari masyarakat sangat dituntut agar proses dapat terealisasi dengan baik.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: