BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 24 JANUARI 2026 • 12:39 WIB

Strategi BMKG Modifikasi Cuaca Untuk Atasi Hujan di Jabodetabek

Strategi BMKG Modifikasi Cuaca Untuk Atasi Hujan di JabodetabekStrategi BMKG Modifikasi Cuaca Untuk Atasi Hujan di Jabodetabek

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan operasi modifikasi cuaca yang terbukti sukses menurunkan curah hujan di wilayah Jabodetabek sebesar 39,57%. Inisiatif ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menangani ancaman cuaca ekstrem yang berpotensi membahayakan.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menyoroti bahwa analisis antara curah hujan prediksi dan aktual menunjukkan penurunan signifikan selama periode 16 hingga 22 Januari 2026.

Penerapan Modifikasi Cuaca

Operasi modifikasi cuaca di Jabodetabek dimulai pada 16 Januari 2026, didukung oleh dua jenis pesawat, yaitu Casa TNI AU dan Cessna Caravan. Posko operasi berada di Lanud Halim Perdanakusuma, memastikan bahwa kegiatan modifikasi berlangsung dalam kendali yang terencana.

Sejak awal pelaksanaan, BMKG telah melakukan pengukuran dan analisis untuk memantau efek dari setiap sorti yang dijadwalkan. Metode ini diharapkan dapat memberikan sintesis yang akurat mengenai efektivitas operasi modifikasi cuaca.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?

Tambah Armada Pesawat

BMKG mengumumkan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah tiga armada pesawat Cessna Caravan, bertujuan untuk memaksimalkan efektivitas modifikasi cuaca di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Dengan penambahan ini, total pesawat yang digunakan menjadi lima.

Dua pesawat beroperasi dari Halim Perdanakusuma, sementara satu pesawat lainnya beroperasi dari Husein Sastranegara di Bandung, memastikan cakupan luas untuk operasi modifikasi cuaca.

Tujuan dan Harapan Pelaksanaan

Modifikasi cuaca yang dilakukan BMKG bertujuan untuk meminimalkan dampak bencana yang dapat ditimbulkan oleh hujan lebat. Budi Harsoyo menekankan bahwa strategi ini merupakan langkah proaktif dalam menjawab kebutuhan mitigasi bencana terhadap cuaca ekstrem.

Rencana operasi modifikasi cuaca akan berlangsung hingga 29 Januari 2026, dengan penyesuaian jumlah sortie pesawat yang akan dilakukan berdasarkan situasi cuaca yang berkembang.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Strategi BMKG Modifikasi Cuaca Untuk Atasi Hujan di Jabodetabek

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!