Kesepakatan Harga Sapi Hidup untuk Stabilitas Pasar Jelang Ramadan
Pedagang daging sapi berencana melanjutkan aktivitas jualannya setelah adanya dialog konstruktif dengan pihak pemerintah. Dialog ini bertujuan untuk mengatasi mogok yang terjadi di berbagai pasar menyusul lonjakan harga sapi hidup.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Ketua Umum Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI), Asnawi, mengusulkan penguncian harga sapi hidup di angka Rp55.000 agar dapat mengurangi beban pedagang dan menjaga kestabilan harga menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
Asnawi menekankan pentingnya komunikasi antara pedagang dan kementerian terkait. "Jadi Pak Agung sama saya dekat, sudah lama kenal, kenal dekat lah, sebagai Dirjen PKH (Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan). Jadi kita bicara lah," ujarnya.
Usulan penguncian harga sapi hidup ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mencegah lonjakan mendadak biaya operasional. Dengan adanya kepastian harga, para pedagang dapat lebih mudah mengelola pengeluaran sehari-hari mereka.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Asnawi mengungkapkan, "Kalau dari pembicaraan yang udah saya lakukan, pihak dari pihak kementerian sepakat untuk mengunci." Hal ini menandakan bahwa para pedagang bisa terhindar dari lonjakan harga yang tidak terduga.
Penting untuk dicatat bahwa setiap kenaikan kecil di tingkat jagal dapat langsung menambah beban biaya di tingkat eceran. Ini menunjukkan betapa krusialnya penetapan harga tetap bagi kelangsungan usaha pedagang.
Asnawi juga menegaskan pentingnya koordinasi lintas lembaga untuk memastikan kebijakan penguncian harga diterapkan dengan konsisten. "Jadi ini sekarang mau rapat nih, abis ashar, langsung rapat lagi dengan pihak kementerian, feedlot, dan para importir," katanya.
Keputusan final mengenai penguncian harga akan diumumkan setelah rapat yang dijadwalkan berlangsung sore ini. Langkah ini kemungkinan besar akan berperan penting dalam menjaga kestabilan pasar di tengah periode konsumsi yang sangat tinggi.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: