BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 20 JANUARI 2026 • 14:33 WIB

Waspada Penipuan Siber di LinkedIn: Komentar Palsu Menjadi Senjata Baru

Waspada Penipuan Siber di LinkedIn: Komentar Palsu Menjadi Senjata BaruWaspada Penipuan Siber di LinkedIn: Komentar Palsu Menjadi Senjata Baru

Pengguna LinkedIn kini menghadapi risiko semakin besar akibat penipuan siber yang menggunakan komentar palsu. Taktik ini dirancang untuk meyakinkan pengguna agar mengunjungi tautan berbahaya.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov

Akun-akun yang diduga bot ini menyebarkan pesan menakutkan tentang pelanggaran kebijakan yang muncul di unggahan, dengan tujuan penting untuk mencuri data pribadi pengguna.

Mekanisme Penipuan Melalui Komentar

Dalam beberapa pekan terakhir, media sosial LinkedIn telah menyaksikan lonjakan aktivitas dari akun-akun yang memberikan komentar dengan pesan menyesatkan. Komentar-komentar ini sering kali menyebutkan bahwa pengguna telah melakukan aktivitas yang tidak sesuai dan mulai mengklaim bahwa akun mereka telah dibatasi sementara.

Tujuan dari komentar-komentar tersebut adalah untuk menimbulkan rasa takut pada pengguna, sehingga mereka cenderung mengklik tautan yang disertakan. Tautan ini sering menggunakan pemendek URL resmi LinkedIn, yaitu lnkd.in, sehingga menambah kesulitan bagi pengguna untuk membedakan tautan yang sah.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain

Risiko Tautan Phishing

Sejumlah tautan phishing yang terdeteksi menunjukkan domain alfanumerik mencurigakan seperti '.app'. Namun, terdapat juga cara lain yang lebih halus, di mana tautan berbahaya disembunyikan menggunakan pemendek URL, membuatnya lebih sulit untuk dideteksi tanpa tindakan mengkliknya.

Bila pengguna terjebak dan mengklik tautan tersebut, mereka mungkin diarahkan untuk melakukan verifikasi identitas. Dalam situasi ini, jika tidak berhati-hati, mereka bisa memberikan informasi pribadi yang sensitif kepada pihak yang tidak berwenang.

Tanggapan LinkedIn terhadap Ancaman ini

LinkedIn telah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai situasi ini dan mengonfirmasi bahwa mereka mengetahui adanya kampanye penipuan tersebut. Juru bicara LinkedIn menyatakan, 'Saya dapat memastikan bahwa kami menyadari aktivitas ini dan tim kami sedang bekerja untuk mengambil tindakan.'

Perusahaan tersebut juga menekankan bahwa mereka tidak akan mengirimkan informasi tentang pelanggaran kebijakan melalui komentar publik. Pengguna diingatkan untuk aktif melaporkan perilaku mencurigakan guna membantu pihak LinkedIn dalam menangani isu ini.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Waspada Penipuan Siber di LinkedIn: Komentar Palsu Menjadi Senjata Baru

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!