BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 16 JANUARI 2026 • 11:15 WIB

Ancaman Pembajakan Film, Dampak Besar pada Industri Kreatif Indonesia

Ancaman Pembajakan Film, Dampak Besar pada Industri Kreatif IndonesiaAncaman Pembajakan Film, Dampak Besar pada Industri Kreatif Indonesia

Industri kreatif Indonesia menghadapi tantangan serius akibat pembajakan film dan konten digital yang semakin meluas. Riset terbaru mengungkap 49,5 juta penonton mengakses film bajakan, dengan kerugian mencapai Rp30 triliun.

Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Alarmingnya, satu pelanggan layanan streaming legal dibayangi oleh 2,29 pengguna yang mengakses konten secara ilegal. Tanpa langkah konkret, proyeksi kerugian industri film diperkirakan bisa mencapai Rp25 triliun hingga Rp30 triliun pada tahun 2030.

Dampak Pembajakan Terhadap Industri Kreatif

Data dari Asosiasi Video Streaming Indonesia (Avisi) dan Universitas Pelita Harapan (UPH) menunjukkan bahwa pembajakan digital memicu keresahan di antara penyedia layanan streaming. Darmawan Zaini, Chief Technology Officer VISION+, menyatakan, "Ini pertama kalinya kami melihat skala pembajakan digital di Indonesia sebesar ini."

Kerugian finansial akibat pembajakan tidak hanya berdampak pada pertumbuhan industri, tetapi juga merugikan perekonomian nasional secara keseluruhan. Menurut Darmawan, ancaman ini dapat mempengaruhi lapangan pekerjaan dan keberlangsungan industri kreatif di Indonesia.

Pembajakan memperlebar kesenjangan antara layanan streaming legal dan ilegal, yang pada akhirnya menekan pendapatan yang dapat diterima oleh para kreator konten. Selain itu, situasi ini menciptakan lingkungan yang tidak sehat bagi industri yang sedang berkembang.

Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Peran Pemerintah Dalam Menangani Pembajakan

Ketua Avisi, Hermawan Susanto, menekankan bahwa masalah pembajakan memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait. Ia menyatakan, "Kami berusaha membawa isu pembajakan ini supaya mendapat perhatian dari para stakeholder," dengan harapan dapat mengurangi kerugian yang semakin besar.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Agustina Rahayu, menambahkan bahwa tingginya angka penonton film bajakan dapat menghambat minat investasi di sektor kreatif. Jika tren ini dibiarkan berlanjut, akan ada dampak negatif terhadap kepercayaan investor.

Upaya pemerintah untuk mengatasi pembajakan menjadi krusial demi menjamin keberlangsungan industri kreatif di Indonesia. Keterlibatan aktif dalam mengawasi dan menegakkan hukum adalah langkah yang dianggap perlu untuk menciptakan lingkungan yang mendukung investasi.

Ancaman Lain Terkait Pembajakan

Direktur Penegakan Hukum Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Brigjen Pol Arie Ardian Rishadi, memperingatkan bahwa pembajakan lebih dari sekadar masalah ekonomi. Ia menekankan, "Mengakses konten ilegal sering kali berbarengan dengan bisnis ilegal lainnya, seperti judi online dan pornografi. "

Risiko bagi generasi muda yang mengonsumsi konten ilegal juga menjadi perhatian penting yang harus dihadapi. Pengaruh buruk dari konten yang tidak terverifikasi dapat mengakibatkan dampak jangka panjang yang merugikan.

Director of Digital Space Control Kementerian Komunikasi dan Digital, Safriansyah Yanwar Rosyadi, juga menyoroti pentingnya pengawasan di platform media sosial. "Ada langkah-langkah teguran satu, dua, hingga tiga. Jika tidak ada tindakan dari mereka, kami akan memberikan sanksi," jelasnya, menandakan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah ini.

Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Ancaman Pembajakan Film, Dampak Besar pada Industri Kreatif Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!