BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 06 JANUARI 2026 • 15:10 WIB

Inovasi Rahim Buatan: Solusi Terbaru untuk Bayi Lahir Prematur

Inovasi Rahim Buatan: Solusi Terbaru untuk Bayi Lahir PrematurInovasi Rahim Buatan: Solusi Terbaru untuk Bayi Lahir Prematur

Kelahiran prematur menyumbang angka kematian bayi baru lahir yang tinggi secara global, dengan Indonesia mencatat sekitar 675.700 kasus setiap tahunnya.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan

Para ilmuwan kini mengembangkan rahim buatan yang bertujuan untuk meningkatkan peluang kel存uhan bayi-bayi yang lahir di bawah usia kehamilan ideal.

Risiko Kesehatan pada Bayi Prematur

Bayi yang lahir prematur sering menghadapi risiko kesehatan yang serius, termasuk kematian akibat komplikasi seperti masalah pernapasan dan infeksi.

Mereka juga memiliki cadangan nutrisi yang lebih rendah serta sistem tubuh yang belum matang, hal ini meningkatkan risiko malnutrisi dan masalah perkembangan jangka panjang.

Data menunjukkan bahwa semakin awal bayi lahir, semakin tinggi pula risiko komplikasi dan mortalitas, menjadikan solusi inovatif sangat penting.

Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Pengembangan AquaWomb

Rahim buatan, yang dikenal dengan nama AquaWomb, dikembangkan oleh dokter spesialis neonatologi di Rumah Sakit Universitas Radboud Nijmegen, Belanda.

AquaWomb dirancang sebagai kantong tertutup yang diisi dengan cairan ketuban buatan yang dipanaskan, memungkinkan bayi terhubung dengan plasenta buatan untuk mendapatkan oksigen dan nutrisi.

Myrthe van der Ven, salah satu pendiri AquaWomb, mengungkapkan, "Kami ingin mempertahankan fisiologi janin, sirkulasi janin, kami ingin menjaganya tetap utuh… sehingga janin dapat berkembang beberapa minggu lagi."

Implikasi Proses Kelahiran

Melahirkan melalui operasi caesar menjadi syarat utama untuk penerapan rahim buatan ini, di mana bayi akan langsung dimasukkan ke dalam AquaWomb.

Willem de Boode, seorang dokter anak-neonatolog, menyatakan pentingnya untuk mencegah pernapasan spontan, sehingga bayi tidak mulai bernapas dengan udara.

Dengan menghubungkan bayi ke plasenta buatan, mereka dapat memperoleh pasokan oksigen dan nutrisi secara optimal, meningkatkan peluang kelangsungan hidup mereka.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Inovasi Rahim Buatan: Solusi Terbaru untuk Bayi Lahir Prematur

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!