Kritikan Prabowo untuk Atap Seng di Hunian Sementara Korban Bencana Aceh
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan kritik terhadap penggunaan atap seng pada hunian sementara (huntara) yang disiapkan bagi korban banjir dan longsor di Aceh Tamiang, Aceh.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Ia menilai atap seng dapat membuat suhu di dalam hunian menjadi tidak nyaman dan mendesak adanya solusi yang lebih baik.
Dalam kunjungan kerjanya ke Aceh Tamiang pada 1 Januari 2026, Prabowo meninjau hunian sementara yang dibangun oleh Danantara untuk korban bencana.
Ia mengungkapkan kekhawatirannya tentang efek penggunaan atap seng, dengan bertanya, "Seng panas. Coba dipikirkan. Kalau bisa kita kasih apa solusi."
Pernyataan ini mencerminkan perhatian Prabowo terhadap kenyamanan para pengungsi yang terpaksa tinggal di huntara tersebut.
Ia menekankan pentingnya mencari solusi yang tidak hanya praktis tetapi juga nyaman bagi penghuninya.
Dalam rapat tersebut, Prabowo memberikan beberapa saran mengenai alternatif bahan yang dapat digunakan untuk menggantikan atap seng.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kontroversi dan Dampaknya
Ia mengusulkan, "Mungkin solusinya tidak usah mahal-mahal, solusinya mungkin dari bahan-bahan lokal. Apa itu anyaman atau apa ya kan, dari ijuk atau dari apa, dilapisi di bawahnya seng."
Usulan ini bertujuan agar suhu di dalam hunian tetap dapat terjaga pada tingkat yang nyaman.
Prabowo juga mendorong para pekerja lapangan untuk berinovasi dengan menggunakan tekstil sebagai cara untuk mengurangi suhu di dalam hunian sementara.
Presiden Prabowo berkomitmen untuk memastikan bahwa solusi yang dikembangkan bukan hanya sementara tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hunian para pengungsi.
Ia menyatakan, "Hal-hal yang sangat sederhana mungkin ya, mungkin cukup dengan bahan tekstil, ditutup di bawahnya seng itu. Jadi hal-hal semacam itu, itu nanti kreativitas daripada orang-orang lapangan."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: