Dampak Konsumsi Gula Berlebihan terhadap Energi Sehari-hari
Kebiasaan mengonsumsi gula berlebih menjadi umum di kalangan masyarakat, terutama saat bersantai atau berkumpul. Namun, dampaknya terhadap energi harian acapkali diabaikan.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH
Walaupun gula terasa menyenangkan di awal, konsumsi berlebihan dapat memiliki efek yang signifikan terhadap perasaan kita sepanjang hari.
Ketika gula dikonsumsi dalam jumlah besar, otak merespons dengan melepaskan dopamin, yang memberikan rasa nyaman dan bahagia. Namun, efek kebahagiaan ini tidak bertahan lama, sering kali diikuti oleh penurunan energi yang signifikan.
Studi menunjukkan bahwa penyimpangan level energi ini dapat mengakibatkan rasa lelah dan lesu beberapa saat setelah lonjakan energi tersebut. Artikel di 'Healthline' mencatat bahwa 'Konsumsi gula dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan energi yang cepat, yang dikenal sebagai 'sugar crash'.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Risiko, dan Tips Keamanan
Konsumsi gula berlebihan tidak hanya merugikan energi harian tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang. Menurut American Heart Association, terlalu banyak gula dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Selain itu, gula berkontribusi terhadap obesitas dan masalah metabolisme lainnya. Jika tidak ditangani, hal ini dapat menjadi isu kesehatan yang lebih serius di masa depan.
Untuk menikmati rasa manis tanpa dampak negatif, tersedia banyak pilihan alternatif yang lebih sehat. Misalnya, menggunakan buah-buahan segar atau pemanis alami seperti madu dan stevia bisa menjadi opsi yang lebih cerdas.
Beralih ke makanan rendah gula serta memilih camilan sehat dapat membantu menjaga level energi tetap stabil, sehingga menghindari fluktuasi yang tidak nyaman.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: