Mengapa Ketakutan Komitmen Kian Meningkat di Kalangan Generasi Muda?
Ketakutan untuk berkomitmen menjadi fenomena yang semakin umum, terutama di antara generasi muda. Banyak orang saat ini lebih memilih kebebasan ketimbang menjalani hubungan serius.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana
Dengan bertambahnya pilihan di era digital, pertanyaan muncul mengenai apa yang sebenarnya membuat komitmen terasa menakutkan bagi banyak orang di zaman modern ini.
Di era media sosial, banyak individu merasa tertekan untuk memenuhi berbagai standar yang ditetapkan oleh lingkungan. "Kita sering melihat orang lain memposting tentang hubungan sempurna di media sosial, dan itu bisa menciptakan rasa cemas," ungkap seorang psikolog terkemuka.
Ekspektasi untuk menjalin hubungan ideal juga sering kali membuat seseorang takut gagal jika tidak dapat memenuhi kriteria tersebut. Hal ini, tentu saja, memengaruhi keinginan untuk terlibat secara serius dalam hubungan.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut
Pengalaman buruk di masa lalu dapat menjadi penghalang besar bagi seseorang untuk berkomitmen. Banyak individu yang pernah mengalami hubungan menyakitkan lebih berhati-hati dalam memulai hubungan baru.
"Trauma dari hubungan sebelumnya sering kali membekas dan membuat individu merasa takut untuk mencoba lagi," jelas seorang konselor hubungan. Pengkhianatan atau perpisahan yang menyakitkan sering kali menyisakan bekas yang mendalam.
Budaya modern yang mengedepankan kebebasan membuat banyak orang lebih memilih pola hidup tanpa ikatan. Banyak individu beranggapan bahwa komitmen akan membatasi kebebasan mereka.
Sikap ini semakin diperburuk dengan adanya banyak pilihan dalam menjalin hubungan. Dengan berkembangnya aplikasi kencan dan kemudahan untuk bertemu orang baru, banyak orang merasa lebih nyaman menjalani hubungan kasual dibandingkan berkomitmen dengan satu orang.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: