Potensi Risiko Kesehatan dari Konsumsi Matcha Berlebihan
Matcha, yang populer karena kekayaan nutrisinya, ternyata juga menyimpan risiko jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Penting untuk memahami efek samping yang mungkin timbul agar dapat menikmati manfaatnya secara bijak.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Matcha berasal dari tanaman Camellia sinensis dan merupakan bentuk teh hijau yang unik. Proses pembuatannya meliputi penggilingan daun teh utuh menjadi bubuk halus, memungkinkan tubuh menyerap semua nutrisinya, termasuk kafein dan katekin.
Daun matcha ditanam di bawah naungan selama 20-30 hari sebelum dipanen untuk meningkatkan kadar klorofil dan L-theanine. Hal ini tidak hanya meningkatkan rasa tetapi juga nilai gizi matcha, menjadikannya lebih pekat dibandingkan teh hijau biasa.
Setiap produk matcha dapat terkontaminasi oleh logam berat dan pestisida, yang bisa terjadi tergantung pada kondisi pertumbuhannya. Penelitian menunjukkan bahwa matcha dari daerah tertentu berisiko mengandung zat berbahaya jika kualitasnya tidak dijaga.
Untuk meminimalisir risiko tersebut, sangat dianjurkan memilih produk matcha yang memiliki sertifikasi kualitas yang baik. Hal ini bertujuan menghindari paparan zat beracun bagi kesehatan.
Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan
Salah satu risiko dari konsumsi matcha berlebihan adalah dampaknya terhadap hati dan ginjal. Meskipun kaya akan antioksidan, konsumsi katekin dalam jumlah berlebih dapat meningkatkan risiko mual dan dampak negatif pada fungsi organ-organ tersebut. Ahli gizi Vidhi Chawla menegaskan, 'Manfaat matcha itu nyata, tapi risikonya juga ada jika dikonsumsi berlebihan.'
Kenaikan tekanan darah juga bisa muncul akibat konsumsi matcha yang berlebihan. Walau dikenal baik untuk kesehatan jantung, individu dengan hipertensi harus berhati-hati saat mengonsumsi minuman ini.
Ibu hamil juga perlu menjaga asupan matcha mereka, karena kadarnya yang tinggi akan kafein berisiko meningkatkan komplikasi serius seperti keguguran.
Reaksi alergi terhadap matcha bisa dialami oleh beberapa individu, yang dapat menyebabkan gejala seperti ruam atau sesak napas. Jika mengalami gejala ini, sangat dianjurkan untuk segera mencari pertolongan medis.
Konsumsi minuman panas pada suhu tinggi mengetahui bahwa dapat merusak lapisan kerongkongan terkait dengan peningkatan risiko kanker. Oleh karena itu, dianjurkan untuk membiarkan matcha sedikit mendingin sebelum dinikmati.
Tingginya kandungan polifenol pada matcha juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan jika tidak dikontrol, ditunjukkan melalui gejala mual dan diare yang mungkin timbul.
Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: