Danantara Siapkan 15.000 Hunian bagi Korban Bencana di Sumatera
Badan Pengelola Investasi Danantara saat ini tengah membangun 15.000 hunian untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pengumuman ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya setelah pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?
Proyek hunian ini merupakan langkah strategis untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi korban, dengan setidaknya 500 unit hunian yang direncanakan siap dalam waktu dekat. Kerja sama antara berbagai instansi, termasuk BNPB dan Kementerian PUPR, menjadikan proyek ini sebagai salah satu prioritas pemerintah.
Pengembangan hunian oleh Danantara adalah bagian dari respons pemerintah terhadap bencana yang telah melanda. Dalam pertemuan di Jakarta, Presiden Prabowo menekankan pentingnya informasi terkini mengenai progres penyediaan hunian bagi korban.
Pembagian tugas antara instansi terkait mengarah pada efisiensi dalam penyelesaian proyek. Sekretaris Kabinet, Teddy, menyebutkan bahwa 500 unit hunian akan siap dalam waktu dekat bersamaan dengan proyek lainnya yang sedang berjalan.
Proyek ini melibatkan kerja sama antara beberapa pihak, memastikan bahwa kualitas hunian yang dibangun dapat memenuhi harapan masyarakat yang terdampak.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan
Badan Pengelola Investasi Danantara bertanggung jawab dalam pelaksanaan pembangunan hunian. Rosan Perkasa Roeslani, selaku CEO, menjadi delegasi utama dalam pertemuan presiden, membicarakan detail pembangunan.
Teddy Indra Wijaya menjelaskan, "Hunian lainnya juga sedang dibangun oleh BNPB, Kementerian PU, serta Kementerian Perumahan," menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam proyek ini.
Danantara berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan hunian sesuai dengan jadwal yang telah disepakati dan memastikan standar kualitas yang baik.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo membahas inisiatif kampung haji untuk menyediakan fasilitas penginapan yang nyaman bagi jemaah haji Indonesia. Inisiatif ini mendapat dukungan dari Pemerintah Arab Saudi.
Putra Mahkota Mohammed Bin Salman telah melakukan komunikasi langsung dengan Presiden Prabowo mengenai program ini, yang menunjukkan komitmen internasional dalam memfasilitasi jemaah haji.
Rosan Perkasa Roeslani menyatakan, "Presiden Prabowo menginginkan seluruh jemaah Haji Indonesia harus memiliki tempat dan fasilitas penginapan nyaman tersendiri saat melaksanakan ibadah Haji dengan lokasi yang cukup dekat dengan Masjidil Haram," menandakan prioritaskan kenyamanan jemaah.
Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: