Paket Makanan Bergizi Tetap Tersedia Selama Libur Sekolah
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program distribusi pengantaran paket makanan bergizi (MBG) akan terus berlangsung meskipun liburan sekolah tiba dari 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dengan paket siap saji dan kemasan tahan lama, BGN berupaya menyuplai kebutuhan gizi para siswa tanpa mengurangi kualitas asupan mereka.
Ketika libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru mendekat, BGN memiliki komitmen kuat untuk mendistribusikan paket makanan bergizi secara gratis. Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG selama libur sekolah tertuang dalam Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025.
Di dalam pedoman tersebut, paket MBG akan terdiri dari satu paket siap santap dan dua paket kemasan tahan lama. Pendistribusian paket ini akan dilakukan maksimal dua kali seminggu, menjamin siswa tetap mendapatkan gizi seimbang meskipun tidak hadir di sekolah.
Frekuensi distribusi dirancang untuk memberikan kombinasi makanan siap santap dan makanan dalam kemasan yang praktis untuk dibawa pulang, sehingga siswa tetap bisa memperoleh asupan nutrisi yang diperlukan di rumah.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa pengiriman paket MBG langsung ke alamat rumah siswa sedang dalam pertimbangan. Namun, langkah ini masih memerlukan konfirmasi dari masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh daerah.
“Iya betul (ada wacana delivery MBG). Sedang dicek kemungkinannya oleh masing-masing SPPG,” jelas Dadan. Inisiatif ini diharapkan bisa mempermudah siswa dalam memperoleh paket makanan bergizi tanpa harus pergi ke sekolah.
Dadan juga menambahkan bahwa akan ada surat edaran yang menjadi landasan dan prosedur pelaksanaan distribusi ini, yang saat ini masih dibahas untuk memastikan efisiensi proses distribusi.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menguraikan alternatif lain untuk distribusi paket MBG yang dapat diambil langsung oleh siswa. Mekanisme ini bergantung pada kesepakatan dengan pihak sekolah tentang waktu dan lokasi pengambilan paket makanan.
“Mekanismenya bisa dua atau tiga hari diantar ke sekolah, nanti murid-murid yang mau ambil didaftar. Tapi ini sifatnya ada kesepakatan dengan pihak sekolah, ya,” kata Nanik. Dengan pendekatan ini, BGN berupaya mengakomodasi kebutuhan siswa tanpa mengganggu aktivitas pendidikan.
Menu yang disiapkan selama masa libur mencakup makanan kering atau tidak diolah, termasuk buah-buahan, roti buatan UMKM, susu, dan telur, serta telur asin. Hal ini bertujuan memberikan pilihan makanan sehat dan bergizi bagi siswa saat liburan.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: