Video Penghinaan Terhadap Anak Disabilitas Viral, Publik Beri Kecaman Keras
Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan seorang oknum guru diduga menghina seorang remaja berkebutuhan khusus melalui sesi video call. Insiden ini segera menuai kecaman luas dari berbagai kalangan masyarakat.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Dalam tayangan itu, oknum guru terlihat menirukan cara bicara remaja dengan keterbatasan wicara sambil tertawa bersama rekan-rekannya, menciptakan suasana yang buruk bagi remaja tersebut.
Video viral tersebut dibagikan oleh akun Instagram @tante.rempong.official dan segera menarik perhatian publik. Dalam video, oknum guru yang memakai baju batik korpri bertanya kepada remaja berkebutuhan khusus mengenai asalnya, tapi cara bicaranya jelas mengejek.
Setelah si remaja menjawab dengan 'Halo pak', oknum guru menirukan cara bicaranya dengan nada mengejek. Suasana ini menambah ketidaknyamanan, terutama bagi remaja tersebut.
Di dalam tayangan, terdengar suara tawa dari rekan-rekannya, meskipun seseorang sempat mengingatkan untuk tidak melakukan hal tersebut. Namun, peringatan itu diabaikan oleh oknum guru.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?
Tindakan oknum guru ini membuat remaja yang dihina merasa tersinggung, sehingga ia mengungkapkan kekecewaannya dengan berkata, 'Iki guru koyo ngene? Lagek tumon aku, astagfirullah Ya Allah.'
Pernyataan ini menunjukkan dampak emosional yang ditimbulkan akibat tindakan oknum guru tersebut. Meskipun mendapatkan reaksi negatif dari netizen, guru itu tetap menghina cara bicara remaja tersebut.
Berbagai komentar dari netizen bermunculan, kebanyakan menyayangkan perilaku oknum guru dan menyatakan bahwa seorang pendidik seharusnya dapat memberikan teladan yang baik di dalam kelas.
Kasus ini menyoroti pentingnya etika dalam interaksi guru dengan siswa, terutama bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Pendidikan haruslah menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua siswa, tanpa terkecuali.
Tindakan yang tidak pantas ini menyerukan perhatian masyarakat tentang pentingnya pendidikan inklusif dan umumnya pemahaman terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.
Diharapkan insiden ini dapat meningkatkan kesadaran di kalangan pendidik bahwa perilaku buruk dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan perkembangan anak-anak.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: