Kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai: Komitmen dan Inovasi dalam Perbaikan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengalami perbaikan signifikan setelah mendapatkan teguran untuk memperbaiki masalah internal.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Dalam penjelasannya, Purbaya meminta waktu satu tahun bagi DJBC untuk menunjukkan kemajuan yang diharapkan dalam kinerjanya.
Saat ditemui di Tanjung Priok, Jakarta, Purbaya menyatakan, "Kami minta waktu satu tahun untuk memperbaiki Bea Cukai. Ini kan beberapa minggu saja sudah lumayan, artinya mereka mampu. Memang perlu didorong saja." Pernyataan ini menunjukkan keyakinan Purbaya terhadap kemampuan DJBC.
Ia menambahkan bahwa kementeriannya masih dalam proses mematangkan wacana terkait potensi merumahkan pegawai DJBC, yang bukan merupakan langkah definitif. "Tapi kalau sudah maju, sudah bagus, buat apa lagi?" tambahnya, menunjukkan bahwa kemajuan akan menjadi indikator utama dalam penilaian kinerja.
Purbaya juga menggarisbawahi pentingnya dukungan berkelanjutan dalam proses perbaikan ini, menegaskan bahwa upaya untuk meningkatkan kinerja DJBC tidak dapat dilakukan secara instan.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Dalam rangka perbaikan kinerja, DJBC telah meluncurkan tiga teknologi baru: alat pemindai peti kemas dengan fitur radiation portal monitor (RPM), Self Service Report Mobile (SSR-Mobile), dan Trade AI. Purbaya menyatakan, "Jadi, kami sudah melatih cukup banyak orang. Itu yang mesti kami pertahankan dan jaga."
Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam proses pemeriksaan barang, yang selama ini menjadi tantangan besar bagi DJBC. Purbaya memandang langkah ini sebagai bagian dari upaya menyeluruh untuk memperbaiki citra institusi.
Ia menekankan bahwa selain teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga sangat penting agar semua inovasi dapat diimplementasikan secara efektif.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menegaskan komitmen untuk memperbaiki kinerja dan menghapus citra negatif yang melekat pada institusinya. "Kami memahami masalah yang kami hadapi dan bertekad untuk memperbaiki pelayanan," ujarnya.
Dalam wawancara sebelumnya, Purbaya mengatakan bahwa wacana merumahkan karyawan muncul sebagai tindak lanjut dari kinerja DJBC yang tidak memuaskan. "Kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16 ribu orang pegawai Bea Cukai dirumahkan," ungkapnya, menjelaskan bahwa langkah tersebut akan menjadi pilihan terakhir.
Upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja ini dianggap sangat penting, tidak hanya bagi DJBC tetapi juga untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: