Pembangunan Gedung Baru di Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo Resmi Dimulai
Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, resmi memulai pembangunan gedung baru dengan prosesi ground breaking yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Proyek ini dilaksanakan di lahan seluas 4.100 meter persegi dengan anggaran mencapai Rp125 miliar dari APBN, termasuk gedung asrama lima lantai dan masjid empat lantai.
Kegiatan ground breaking berlangsung pada Kamis, 11 Desember 2025, dengan partisipasi dari berbagai pihak termasuk pemerintah daerah.
Menteri Muhaimin Iskandar menyatakannya sebagai hasil kolaborasi lintas kementerian untuk memperkuat pembangunan pesantren.
Bangunan baru tak hanya akan difungsikan sebagai fasilitas pendidikan, tetapi juga akan menyediakan ruang bagi pengembangan spiritual santri.
Dalam pidatonya, Cak Imin menyatakan, "Alhamdulillah hari ini saya dan seluruh lintas kementerian di dalam satuan tugas rekonstruksi pesantren hadir, memulai ground breaking Pesantren Al-Khoziny."
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov
Pembangunan gedung baru ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan santri setelah peristiwa ambruknya gedung lama pada September 2025, yang menewaskan 63 santri.
Cak Imin menjelaskan pentingnya evaluasi dan perbaikan dalam sistem pendidikan pesantren.
"Ketika musibah terjadi, Pak Presiden Prabowo memerintahkan kepada saya untuk segera mengambil langkah-langkah cepat dan efektif untuk mengantisipasi pesantren-pesantren kita, agar kesalahan masa lalu tidak terulang," katanya menekankan peran pemerintah dalam pendidikan pesantren.
Muhaimin menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah serta pengasuh pesantren untuk menciptakan sistem pendidikan yang inklusif.
Kesejahteraan santri tidak hanya bergantung pada fasilitas fisik, tetapi juga pada kualitas kurikulum yang diterapkan.
"Kurikulum harus komprehensif dan kita sudah memasukkan cara pandang pemberdayaan di dalam kurikulum pesantren-pesantren kita," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: