Pemulihan Sistem Kelistrikan Aceh Masih Dihadapi Berbagai Tantangan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta maaf atas belum pulihnya sistem kelistrikan di Aceh. Target pemulihan 93 persen listrik pada akhir pekan lalu tidak tercapai akibat berbagai tantangan pasca-bencana.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Kerusakan masif akibat longsor dan banjir mempersulit proses perbaikan, yang mengharuskan waktu lebih lama untuk mengembalikan pasokan listrik. Bahlil mengakui, "pasti masih terjadi hal-hal yang tidak pernah kita perkirakan terjadi di lapangan."
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa kerusakan pada sistem kelistrikan di Aceh sangat parah. Bencana alam yang terjadi akhir November membuat enam tower transmisi antara Bireun dan Arun roboh dan tidak bisa menyalurkan listrik ke daerah lain.
Sebelumnya, kawasan Banda Aceh kini hanya menerima pasokan listrik dari pembangkit di Nagan Raya. Karena terbatasnya kapasitas, warga Banda Aceh harus mengalami pemadaman bergilir yang berdampak pada kehidupan sehari-hari mereka.
Darmawan menambahkan bahwa kondisi ini menciptakan kekecewaan yang mendalam di masyarakat. "Tidak ada alasan apapun yang bisa menghapus ketidaknyamanan ini," ungkapnya dalam telekonferensi bersama Bahlil.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH
Proses perbaikan harus melewati berbagai kendala teknis, termasuk medan berat untuk pengangkutan material. PLN berusaha secepatnya memperbaiki tower-tower transmisi dan memperbaiki jalur yang terputus.
"Ternyata dalam proses pengaliran listrik dari Arun ke Banda Aceh kami menghadapi tantangan hambatan teknis," kata Darmawan. Ia menegaskan betapa beratnya untuk memulihkan jaringan listrik, terutama di daerah terisolasi.
Beberapa kawasan seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, hingga Gayo Lues menjadi fokus utama dalam pemulihan pasokan listrik. Proses penyambungan sistem harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan masalah lebih lanjut.
Saat Presiden Prabowo Subianto dan Bahlil meninjau lokasi bencana, PLN optimis dapat segera memulihkan pasokan listrik di Aceh. Perbaikan fisik sudah selesai, yang tinggal adalah menyambung sistem secara keseluruhan.
Namun, harapan itu harus dihadapi dengan realitas tantangan yang lebih rumit dari yang dibayangkan. "Kami mengakui kerusakan jaringan kami sangat parah," jelas Darmawan, menggarisbawahi bahwa pemulihan memerlukan waktu lebih lama.
Meskipun ada optimisme, masyarakat masih merasakan dampak nyata dari pemadaman listrik yang berkepanjangan. PLN dan pemerintah terus berusaha untuk mengembalikan kondisi normal secepat mungkin.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: