Perbaikan Tanggul Laut di Jakarta Utara: Solusi Permanen untuk Kebocoran
Pemprov DKI Jakarta telah mengumumkan rencana perbaikan permanen untuk mengatasi kebocoran tanggul laut di Jakarta Utara yang saat ini hanya ditangani dengan metode darurat.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengidentifikasi lokasi kritis yang memerlukan perhatian, mencakup Muara Angke, Muara Baru, dan Sunda Kelapa.
Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa penambalan sementara menggunakan karung berisi pasir adalah solusi darurat. Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta tengah mempersiapkan perbaikan permanen di lokasi-lokasi yang disebutkan sebelumnya.
Kepala Dinas SDA, Ika Agustin Ningrum, menyatakan bahwa tahapan perbaikan akan dilakukan menggunakan metode grouting dan pengecoran beton. Metode ini diharapkan dapat memperkuat struktur tanggul yang sudah ada.
Saat ini, proses pengecoran telah dimulai di hilir Nizam Zachman (Muara Baru) sepanjang 400 meter, dan akan dilanjutkan hingga mencapai panjang total satu kilometer untuk meningkatkan ketahanan tanggul.
Ika Agustin menyoroti pentingnya penanganan darurat yang cepat untuk menghindari kerusakan lebih lanjut, serta mencatat bahwa tindakan penambalan dengan karung pasir harus dilaksanakan segera setelah kebocoran terdeteksi.
Kepala Sudin SDA Jakarta Utara, Herisuandi, menjelaskan bahwa kebocoran tanggul di Muara Baru disebabkan oleh korosi beton akibat tekanan air laut yang tinggi. Ia menyatakan, 'Penyebab kebocoran memang adanya pressure dari air laut yang cukup tinggi. Juga korosi beton akibat zat klorin air laut.'
Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan
Herisuandi juga menyampaikan bahwa fenomena perubahan iklim berkontribusi pada meningkatnya permukaan laut, yang memberikan tekanan tambahan pada struktur tanggul. Penurunan tanah di Jakarta semakin memperburuk kondisi ini.
'Ini artinya kombinasi antara land subsidence, tinggi muka air laut, pressure air laut, dan juga korosi terhadap struktur beton,' tambah Herisuandi, menyoroti kompleksitas masalah yang harus dihadapi.
Dengan memahami penyebab kebocoran ini, Pemprov DKI dapat merencanakan strategi yang lebih efektif untuk perbaikan dan pemeliharaan tanggul.
Pemprov DKI Jakarta bertekad untuk melaksanakan proyek perbaikan tanggul ini seefisien mungkin. Kerja sama antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mengurangi risiko terkait kerusakan tanggul.
Ika Agustin Ningrum menunjukkan optimisme bahwa penerapan metode modern, seperti shotcrete, akan mendukung ketahanan kota Jakarta terhadap ancaman air laut, terutama di daerah rawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: