BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 05 DESEMBER 2025 • 11:09 WIB

Kegeraman Siti Hediati Soeharto Terkait Penebangan Hutan Pasca Banjir Bandang di Sumatera

Kegeraman Siti Hediati Soeharto Terkait Penebangan Hutan Pasca Banjir Bandang di SumateraKegeraman Siti Hediati Soeharto Terkait Penebangan Hutan Pasca Banjir Bandang di Sumatera

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau dikenal sebagai Titiek Soeharto, menyampaikan kegeraman dalam rapat kerja dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni terkait bencana banjir bandang di Sumatera.

Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan

Dalam pertemuan tersebut, Titiek menekankan perlunya penghentian praktik penebangan pohon yang merugikan masyarakat dan memperparah dampak bencana.

Kegeraman Titiek Soeharto dan Tuntutan Penghentian Penebangan

Dalam rapat yang diadakan pada Kamis, 4 Desember 2025, Titiek Soeharto mengungkapkan keprihatinannya mengenai dampak dari penebangan hutan yang kaya akan sumber daya alam tersebut. 'Intinya, kami minta kepada Kementerian Kehutanan untuk menghentikan segala pemotongan pohon, illegal logging, baik legal maupun ilegal yang nyata-nyata merugikan masyarakat,' ucapnya.

Ketidakpuasan ini diungkapkan saat melihat kondisi pohon-pohon besar yang telah dipotong, di mana dia menyebutkan bahwa pemotongan ini menciptakan kerugian bagi masyarakat yang berusaha aktif melestarikan lingkungan. 'Kita lihat sendiri pohon-pohon yang begitu besar, yang perlu puluhan tahun, ratusan tahun untuk sebesar itu, dipotong oleh orang-orang yang tidak punya perasaan,' jelasnya.

Dia juga menyoroti dampak negatif dari penebangan yang merusak lingkungan. 'Mencegah erosi, memberikan udara, menyaring udara yang segar buat manusia, kok dipotong begitu saja,' ungkapnya dengan nada kesal.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan

Tindakan Perusahaan Pasca-Bencana

Titiek Soeharto juga menyoroti pemandangan truk pengangkut kayu gelondongan yang melintas di jalan raya dua hari setelah terjadinya banjir bandang. 'Dan yang lebih, lebih menjengkelkan lagi, itu truk itu lewat di jalan raya dua hari setelah peristiwa banjir itu. Sungguh menyakitkan banget itu,' ujarnya.

Pemandangan tersebut dilihatnya sebagai tindakan mengejek dan tidak sensitif terhadap penderitaan masyarakat yang terkena bencana. 'Perusahaan ini ngejek gitu loh. Baru di sana kena bencana, dia lewat bawa kayu. Eh, ini suatu kayak menyakitkan dan menghina rakyat Indonesia,' tambahnya.

Menghadapi kritikan ini, Titiek juga menekankan pentingnya pemeriksaan yang lebih ketat terhadap perizinan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di lingkungan yang rentan.

Respons Menteri Kehutanan terhadap Isu Lingkungan

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengakui bahwa bencana yang melanda Sumatera adalah dorongan untuk memperbaiki tata kelola hutan di Indonesia. 'Peristiwa ini juga melecut saya sebagai pimpinan dan jajaran pimpinan di Kementerian Kehutanan untuk berefleksi,' katanya.

Dalam rapat tersebut, Raja Juli juga memastikan bahwa pihaknya akan mengevaluasi penatakelolaan hutan untuk mencegah bencana serupa di masa depan. 'Mengevaluasi secara menyeluruh terhadap penatakelolaan hutan, forest governance, sehingga peristiwa serupa bisa dimitigasi dengan lebih baik di kemudian hari,' sambungnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa tindakan untuk tidak menerbitkan izin baru selama satu tahun adalah langkah konkrit untuk menanggulangi masalah ini. 'Saya setahun jadi menteri ini, saya tidak menerbitkan PBPH penebangan satu pun yang baru ya,' ungkapnya.

Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kegeraman Siti Hediati Soeharto Terkait Penebangan Hutan Pasca Banjir Bandang di Sumatera

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!